HARIANTANAHAIR.COM | NEW YORK — Ruang sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mendadak dipenuhi kursi kosong ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu naik ke mimbar, Kamis, 24 September 2026. Puluhan delegasi berdiri dan meninggalkan ruangan sebelum Netanyahu memulai pidatonya.
Aksi walk out itu menjadi salah satu adegan paling mencolok dalam Sidang Umum PBB ke-81. Hampir 70 negara dilaporkan meninggalkan ruang sidang sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Israel di Gaza dan kawasan. Sejumlah negara hanya menyisakan satu perwakilan atau diplomat junior, sementara sebagian lainnya tidak menghadiri pidato Netanyahu sama sekali.
Indonesia termasuk negara yang ikut meninggalkan ruang sidang. Rekaman yang dirilis Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York memperlihatkan delegasi Indonesia berdiri dan keluar ketika Netanyahu hendak menyampaikan pidato.
Pemandangan itu berlangsung ketika Netanyahu menghadapi kritik internasional yang semakin keras terhadap operasi militer Israel di Gaza. Inggris, Prancis, Turki, negara-negara Arab, serta sejumlah negara lain menggunakan forum PBB untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah Israel.
Namun aksi walk out tak membuat Netanyahu mengubah nada pidatonya.
Alih-alih berhenti, dia justru menyerang delegasi yang meninggalkan ruangan. Netanyahu menyebut mereka sebagai “pengecut moral” dan mempersilakan delegasi lain yang tidak setuju dengannya untuk ikut keluar.
“Jika masih ada pengecut moral lainnya yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan pergi.”
Setelah itu Netanyahu melanjutkan pidatonya di hadapan ruangan yang telah kehilangan sebagian besar delegasi.
Netanyahu Membela Israel
Dalam pidatonya, Netanyahu membantah tudingan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan dan mengatakan Israel bertindak untuk mempertahankan negaranya.
Netanyahu juga menyinggung perang dengan Iran. Ia memuji Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai mitra utama Israel dalam menghadapi Iran dan mengatakan Israel akan terus mempertahankan negaranya.
Pidato itu sekaligus menjadi panggung Netanyahu untuk menyerang sejumlah pengkritiknya.
Salah satu yang menjadi sasaran adalah Wali Kota New York Zohran Mamdani. Netanyahu menuding Mamdani bersikap antisemit dan menyalahkan politikus Muslim tersebut atas meningkatnya rasa tidak aman warga Yahudi di New York.
Mamdani sebelumnya menyebut Netanyahu sebagai pihak yang bertanggung jawab atas apa yang ia sebut sebagai genosida terhadap warga Palestina. Netanyahu membantah tuduhan tersebut.
Netanyahu juga menyasar Inggris dan Prancis. Ia mempersoalkan kritik kedua negara terhadap kebijakan Israel di wilayah Palestina dan menyinggung sejarah kolonial kedua negara tersebut.
Kursi Kosong Menjadi Pesan Politik
Walk out di PBB bukan pertama kalinya Netanyahu menghadapi aksi serupa. Namun pada sidang tahun ini, aksi tersebut terjadi ketika perhatian internasional terhadap perang Gaza dan kebijakan Israel di kawasan masih tinggi.
Menurut laporan sejumlah media, delegasi dari berbagai negara, termasuk Turki, Palestina, Tunisia, Suriah, Aljazair, Mesir, Arab Saudi, Yordania, Iran, Qatar, Lebanon, Malaysia, Indonesia dan Kuwait, meninggalkan ruangan atau tidak menghadiri pidato Netanyahu.
Di luar gedung PBB, demonstrasi juga berlangsung. Lebih dari 100 orang dilaporkan ditangkap dalam aksi protes di New York ketika Netanyahu menyampaikan pidatonya.
Di dalam ruang sidang, Netanyahu tetap melanjutkan pidatonya. Ia menegaskan Israel akan terus mempertahankan diri dan menyerang apa yang disebutnya sebagai kampanye internasional untuk mendiskreditkan Israel.
Di luar ruang sidang, kursi-kursi kosong menjadi gambar yang sulit diabaikan.
Bagi negara-negara yang meninggalkan ruangan, aksi itu menjadi bentuk protes terhadap kebijakan Israel. Bagi Netanyahu, walk out tersebut justru menjadi bagian dari pidato yang ia gunakan untuk menegaskan bahwa Israel tidak akan mengubah pendiriannya.
Dua pesan politik itu bertemu di satu ruangan yang sama—tetapi disampaikan tanpa banyak delegasi yang tersisa untuk mendengarkannya.

























