HARIANTANAHAIR.COM | JAKARTA — Perolehan suara bisa melonjak dalam satu pemilu. Tetapi menjaga mesin partai tetap bergerak membutuhkan pekerjaan yang lebih sunyi: merapikan organisasi dari atas sampai ke tingkat paling bawah.
Itulah pekerjaan yang kini dipilih Guntur Arif Rahman setelah menuntaskan masa baktinya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB Kecamatan Pademangan periode 2022–2026.
Dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PKB se-Jakarta Utara di Hotel Swiss-Belhotel Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 19 September 2026, Guntur bersama lima ketua DPAC lainnya menyerahkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan mereka.
Guntur kini menjabat Sekretaris DPC PKB Jakarta Utara. Dari posisi tersebut, ia membawa satu pekerjaan rumah yang terdengar administratif, tetapi menentukan denyut organisasi: membenahi tata kelola kepengurusan hingga tingkat ranting.
“Administrasi yang tertata akan memudahkan koordinasi antarpengurus sekaligus memastikan setiap tingkatan organisasi memiliki data dan dokumen yang jelas,” kata Guntur.
Administrasi, bagi Guntur, bukan sekadar urusan surat-menyurat dan arsip. Ia menjadi fondasi bagi partai untuk mengetahui siapa yang bekerja, bagaimana struktur bergerak, serta sejauh mana koordinasi antartingkatan berjalan.
Pengalaman di Pademangan menjadi salah satu pijakannya.
Saat memimpin DPAC Pademangan, Guntur mencatat pertumbuhan suara PKB yang cukup besar pada Pemilu 2024. Perolehan suara yang sebelumnya 4.236 pada Pemilu 2019 meningkat menjadi 12.850 suara pada 2024. Dengan angka itu, perolehan 2024 setara sekitar 303 persen dari perolehan lima tahun sebelumnya.
Guntur tidak mengklaim capaian tersebut sebagai kerja personal.
Menurut dia, kenaikan suara merupakan hasil kerja bersama para kader. Pendataan, koordinasi, konsolidasi, dan ketertiban organisasi ikut menopang kerja politik di lapangan.
“Administrasi menjadi bagian penting, selain agenda-agenda politik lainnya,” ujarnya.
Kini pengalaman tersebut hendak dibawa ke lingkup yang lebih luas. Sebagai Sekretaris DPC, Guntur mengatakan pembenahan administrasi akan dilakukan secara bertahap di seluruh struktur PKB Jakarta Utara.
Sasarannya bukan hanya pengurus di tingkat kecamatan. Struktur hingga ranting juga menjadi perhatian.
“Targetnya sederhana, bagaimana administrasi organisasi ini bisa lebih rapi, tertib, dan mudah dikoordinasikan sampai ke tingkat ranting,” kata dia.
Langkah itu menempatkan administrasi sebagai bagian dari konsolidasi politik. Struktur yang rapi membuat komunikasi lebih pendek, data lebih mudah ditelusuri, dan kerja kader di tingkat bawah lebih mudah dikoordinasikan.
Bagi PKB Jakarta Utara, pekerjaan setelah Musancab bukan berhenti pada pergantian atau penetapan kepengurusan. Tantangan berikutnya adalah memastikan struktur yang telah dibentuk benar-benar bekerja.
Suara pemilu memang menjadi salah satu ukuran. Namun di antara satu pemilu dan pemilu berikutnya, kekuatan partai justru diuji oleh hal-hal yang sering tidak terlihat: organisasi yang tertib, kader yang terdata, komunikasi yang berjalan, dan ranting yang tetap hidup.
Guntur memilih memulai dari sana.

























