Bank Syariah Nasional (BSN) memperkuat sinergi bersama para pengembang dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekosistem pembiayaan perumahan syariah di Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Developer Gathering 2026 yang digelar di sejumlah kota strategis. perumahan menjadi pendorong utama pertumbuhan pembiayaan BSN sepanjang tahun lalu. BSN mencatat pertumbuhan aset sebesar 20,51%, sementara pembiayaan naik 25,02% secara tahunan.
HarianTanahAir | Jakarta ~ Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menegaskan bahwa peran developer sangat krusial sebagai penggerak utama industri perumahan. Karena itu, BSN menempatkan kolaborasi dengan mitra pengembang sebagai fondasi penting dalam memperluas akses pembiayaan rumah berbasis prinsip syariah. “Melalui Developer Gathering ini, kami ingin memperkuat kemitraan strategis sekaligus memberikan apresiasi kepada para developer yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis BSN,” ujar Alex dalam keterangan resminya, Minggu (8/2/2026).
Selain itu Alex menegaskan bahwa BSN akan terus membuka peluang bisnis yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip dasar syariah. Fokus pada pembiayaan perumahan dinilai sejalan dengan Maqashid Syariah, karena mengedepankan aktivitas ekonomi riil yang produktif dan tidak bersifat spekulatif. “Kami memastikan seluruh langkah bisnis tetap berpijak pada nilai-nilai syariah, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Alex.
Sektor Perumahan Dorong Pertumbuhan Aset BSN
Alex menyebut sektor perumahan menjadi pendorong utama pertumbuhan pembiayaan BSN sepanjang tahun lalu. BSN mencatat pertumbuhan aset sebesar 20,51%, sementara pembiayaan naik 25,02% secara tahunan. Hingga akhir 2025, BSN telah mengoperasikan 118 outlet yang terdiri dari 36 kantor cabang, 82 kantor cabang pembantu, serta 589 Kantor Layanan Syariah yang tersebar di berbagai wilayah. Developer Gathering 2026 dilaksanakan di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Keempat kota tersebut dipilih karena memiliki kontribusi besar terhadap pembiayaan perumahan BSN. “Keempat kota ini memiliki volume transaksi dan pertumbuhan proyek yang besar serta berdampak positif pada kinerja pembiayaan konsumer dan kualitas portofolio,” kata Alex.
Di Bandung, kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (7/2/2026) dihadiri oleh 79 developer mitra BSN di Jawa Barat. Ke depan, BSN akan memperluas kegiatan serupa ke kota-kota lain sebagai bagian dari strategi jangka panjang membangun ekosistem pembiayaan syariah dari hulu ke hilir—mulai dari pembiayaan lahan hingga kepemilikan rumah. Direktur Konsumer BSN, Mochamad Yut Penta, menjelaskan bahwa hingga 2025, sekitar 98% portofolio pembiayaan BSN berasal dari sektor perumahan. Dari jumlah tersebut, 63% merupakan KPR subsidi, 31% KPR nonsubsidi, dan 4% pembiayaan konstruksi.
Peran BSN dalam mendukung program pemerintah juga tercermin dari kontribusi terhadap Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). BTN Group—yang terdiri dari BTN dan BSN—menguasai hampir 70% pangsa nasional dari total realisasi FLPP 2025 yang mencapai 278.868 unit. Semenatara itu SEVP Chief of Commercial Banking BSN, Maqin U Norhadi, mengungkapkan bahwa total pembiayaan komersial BSN selama periode 2020–2025 mencapai Rp12,39 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp7,93 triliun atau 64% merupakan pembiayaan Yasa Griya, sedangkan sisanya Rp4,45 triliun (36%) berasal dari pembiayaan non-Yasa Griya.



















