Presiden Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubro sebagai puncak peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (8/2). Kehadiran Kepala Negara disambut meriah oleh ribuan warga NU yang telah memadati lokasi sejak dini hari.
Presiden tiba sekitar pukul 06.50 WIB didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Suasana khidmat seketika berubah riuh saat lantunan sholawat Thola’al Badru Alaina menggema menyongsong kedatangan Prabowo. Ribuan nahdliyin melambaikan tangan, sementara Presiden berjalan ke barisan depan untuk menyapa dan menyalami para jamaah, terutama rombongan ibu-ibu Muslimat NU.
Antusiasme yang besar menunjukkan tingginya keterikatan warga NU terhadap agenda keagamaan dan kebangsaan yang menjadi tradisi organisasi tersebut.
Pertemuan Hangat dengan Ketua Umum PBNU
Sebelumnya pada Sabtu malam (7/2), Prabowo telah tiba di Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang, dan disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Keduanya tampak berbincang akrab meski hujan mengguyur lokasi penyambutan. Dalam unggahannya, Gus Yahya menyebut kedatangan Presiden sebagai simbol sinergi pemerintah dan NU untuk menjaga arah peradaban Indonesia. “Kehadiran Kepala Negara di tengah warga Nahdliyin adalah simbol sinergi kuat untuk mengawal Indonesia menuju peradaban yang lebih mulia,” tulisnya.
Mujahadah Kubro menjadi puncak dari rangkaian panjang peringatan satu abad NU yang digelar PWNU Jatim pada 7–8 Februari 2026. Panitia memperkirakan sekitar 105–107 ribu warga NU hadir dalam gelaran besar ini. Rangkaian kegiatan sebelumnya antara lain adalah Kick off & Sarasehan Pesantren di Universitas Islam Malang (7 Januari 2026), Ziarah Muassis dan Muharrik NU se-Jawa Timur (24 Januari), Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran, Surabaya (29 Januari) hingga Pameran Lukisan “Mangsa Kalasubo” di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (30 Januari). Selain itu ada Program Parenting & Pesantren Sehat di berbagai daerah Jatim (27 Januari–15 Februari) dan NUConomic Expo, GenZINU Bootcamp, dan Talkshow Ekonomi NU di Kampung Coklat, Blitar (5–7 Februari). Hadir pula jajaran Kabinet Merah Putih, para ulama kharismatik, dan tokoh NU dari berbagai wilayah.
Peringatan Satu Abad NU menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran organisasi terbesar di Indonesia ini dalam membangun peradaban bangsa. Pada puncak perayaan sebelumnya di Istora Senayan, Jakarta, Ketua Umum PBNU Gus Yahya menyatakan bahwa sejak berdiri pada 1926, NU tidak pernah meninggalkan prinsip kebangsaan dan komitmen terhadap NKRI. “NKRI adalah markas perjuangan bagi NU untuk membangun peradaban yang mulia bagi seluruh umat manusia,” tegasnya. Kehadiran Presiden Prabowo di Mujahadah Kubro menegaskan kedekatan pemerintah dan NU dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta persatuan di tengah masyarakat.




















