• About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Newsletter
Sunday, May 17, 2026
  • Login
Harian Tanah Air
Advertisement
  • Utama
  • Nusantara
    • Nusantara
      • Politik
        Ida Fauziyah ke Gen Z Jakarta: Jangan Cuma Cepat Scroll, Tapi Juga Cepat Paham di Era Saat Orang Gampang Potong Video

        Ida Fauziyah ke Gen Z Jakarta: Jangan Cuma Cepat Scroll, Tapi Juga Cepat Paham di Era Saat Orang Gampang Potong Video

        Gus Muhaimin Resmikan Kantor Baru DPW PKB Jakarta

        Resmikan Kantor Baru PKB Jakarta, Cak Imin Bongkar Masa Lalu PKB Jakarta: Pernah Diremehkan, Sekarang Jadi Kekuatan Politik

        Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Fuadi Luthfi

        PKB Soroti RDF Rorotan Baru Beroperasi 40 Persen, Proyek Rp1,28 Triliun Dinilai Belum Maksimal

        KUHP

        Pemerintah Jelaskan Makna “Menghasut” dalam KUHP Baru pada Sidang Uji Materi di MK

        Pilkada Berubah Arah: Demokrasi Lokal di Persimpangan

        Pilkada Berubah Arah: Demokrasi Lokal di Persimpangan

        Hengky Wijaya, Anggota Komisi C DPRD DKI dari FPKB

        PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

        “Alhamdulillah, Bisa Periksa Gratis”: Haru Warga di Pengobatan Gratis PKB Jelang Ramadan

        “Alhamdulillah, Bisa Periksa Gratis”: Haru Warga di Pengobatan Gratis PKB Jelang Ramadan

        Zohran Mamdani Dilantik Jadi Wali Kota New York, Babak Baru Kepemimpinan Muslim di Kota Terbesar AS

        Zohran Mamdani Dilantik Jadi Wali Kota New York, Babak Baru Kepemimpinan Muslim di Kota Terbesar AS

        Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Fuadi Luthfi

        PKB Buka “Rapor Merah” Setahun Pramono–Rano: Janji Dipangkas, Target Bergeser, Masalah Jakarta Tetap Kronis

      • Hukum
      • Pendidikan
      • Pokok dan Tokoh
      • Citizen Journalism
  • Megapolitan
  • Kilas Global
  • Lifestyle
    Jakarta Darurat Sampah! Bantargebang Nyaris Penuh, Pemilahan dari Rumah Jadi Penentu Masa Depan Ibu Kota

    Jakarta Darurat Sampah! Bantargebang Nyaris Penuh, Pemilahan dari Rumah Jadi Penentu Masa Depan Ibu Kota

    jamu

    Cafe Jamu Indonesia Hadirkan Gerakan Literasi Kesehatan Lewat Ruang Minum Kekinian

    ubi jalar

    Ubi Jalar, Superfood Murah yang Kian Digandrungi Masyarakat Modern

    MTN Wave Menggema di TIM, Fadli Zon: Seni Budaya Fondasi Generasi Emas 2045

    MTN Wave Menggema di TIM, Fadli Zon: Seni Budaya Fondasi Generasi Emas 2045

    Clean Eating Jadi Gaya Hidup Baru Anak Muda: Bukan Sekadar Diet, Tapi Cara Hidup Sehat Berkelanjutan

    BSN

    BSN Tancap Gas Masuk Ekosistem Muhammadiyah, Bidik Lonjakan Pangsa Pasar Perbankan Syariah

    asya Kamila

    Viral Soal Anak Tak Mau Jadi WNI, Publik Sorot Penerima LPDP. Tasya Kamila Tunjukkan Cara Berkontribusi untuk Negeri

    Prabowo Kunjungi IKN

    Prabowo Akhirnya Kunjungi IKN, Pastikan Nusantara Jadi Ibu Kota Politik 2028

    Musik Diputar di Kafe hingga Transportasi Umum Wajib Royalti, Pemerintah Terbitkan Aturan Baru

    Musik Diputar di Kafe hingga Transportasi Umum Wajib Royalti, Pemerintah Terbitkan Aturan Baru

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Olahraga
  • SainTek
  • Ruang Budaya
  • Syaria News
    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    demo buruh

    UMP Jakarta 2026 Lebih Rendah dari Bekasi dan Karawang, Said Iqbal: Tak Mencerminkan Kebutuhan Hidup Layak

    Hengky Wijaya, Anggota Komisi C DPRD DKI dari FPKB

    PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

    Pemerintah Kaji Kenaikan Gaji ASN 2026, Menpan RB Temui Menkeu Bahas Prioritas Anggaran

    Pemerintah Kaji Kenaikan Gaji ASN 2026, Menpan RB Temui Menkeu Bahas Prioritas Anggaran

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Kilas Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Utama
  • Nusantara
    • Nusantara
      • Politik
        Ida Fauziyah ke Gen Z Jakarta: Jangan Cuma Cepat Scroll, Tapi Juga Cepat Paham di Era Saat Orang Gampang Potong Video

        Ida Fauziyah ke Gen Z Jakarta: Jangan Cuma Cepat Scroll, Tapi Juga Cepat Paham di Era Saat Orang Gampang Potong Video

        Gus Muhaimin Resmikan Kantor Baru DPW PKB Jakarta

        Resmikan Kantor Baru PKB Jakarta, Cak Imin Bongkar Masa Lalu PKB Jakarta: Pernah Diremehkan, Sekarang Jadi Kekuatan Politik

        Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Fuadi Luthfi

        PKB Soroti RDF Rorotan Baru Beroperasi 40 Persen, Proyek Rp1,28 Triliun Dinilai Belum Maksimal

        KUHP

        Pemerintah Jelaskan Makna “Menghasut” dalam KUHP Baru pada Sidang Uji Materi di MK

        Pilkada Berubah Arah: Demokrasi Lokal di Persimpangan

        Pilkada Berubah Arah: Demokrasi Lokal di Persimpangan

        Hengky Wijaya, Anggota Komisi C DPRD DKI dari FPKB

        PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

        “Alhamdulillah, Bisa Periksa Gratis”: Haru Warga di Pengobatan Gratis PKB Jelang Ramadan

        “Alhamdulillah, Bisa Periksa Gratis”: Haru Warga di Pengobatan Gratis PKB Jelang Ramadan

        Zohran Mamdani Dilantik Jadi Wali Kota New York, Babak Baru Kepemimpinan Muslim di Kota Terbesar AS

        Zohran Mamdani Dilantik Jadi Wali Kota New York, Babak Baru Kepemimpinan Muslim di Kota Terbesar AS

        Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Fuadi Luthfi

        PKB Buka “Rapor Merah” Setahun Pramono–Rano: Janji Dipangkas, Target Bergeser, Masalah Jakarta Tetap Kronis

      • Hukum
      • Pendidikan
      • Pokok dan Tokoh
      • Citizen Journalism
  • Megapolitan
  • Kilas Global
  • Lifestyle
    Jakarta Darurat Sampah! Bantargebang Nyaris Penuh, Pemilahan dari Rumah Jadi Penentu Masa Depan Ibu Kota

    Jakarta Darurat Sampah! Bantargebang Nyaris Penuh, Pemilahan dari Rumah Jadi Penentu Masa Depan Ibu Kota

    jamu

    Cafe Jamu Indonesia Hadirkan Gerakan Literasi Kesehatan Lewat Ruang Minum Kekinian

    ubi jalar

    Ubi Jalar, Superfood Murah yang Kian Digandrungi Masyarakat Modern

    MTN Wave Menggema di TIM, Fadli Zon: Seni Budaya Fondasi Generasi Emas 2045

    MTN Wave Menggema di TIM, Fadli Zon: Seni Budaya Fondasi Generasi Emas 2045

    Clean Eating Jadi Gaya Hidup Baru Anak Muda: Bukan Sekadar Diet, Tapi Cara Hidup Sehat Berkelanjutan

    BSN

    BSN Tancap Gas Masuk Ekosistem Muhammadiyah, Bidik Lonjakan Pangsa Pasar Perbankan Syariah

    asya Kamila

    Viral Soal Anak Tak Mau Jadi WNI, Publik Sorot Penerima LPDP. Tasya Kamila Tunjukkan Cara Berkontribusi untuk Negeri

    Prabowo Kunjungi IKN

    Prabowo Akhirnya Kunjungi IKN, Pastikan Nusantara Jadi Ibu Kota Politik 2028

    Musik Diputar di Kafe hingga Transportasi Umum Wajib Royalti, Pemerintah Terbitkan Aturan Baru

    Musik Diputar di Kafe hingga Transportasi Umum Wajib Royalti, Pemerintah Terbitkan Aturan Baru

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Olahraga
  • SainTek
  • Ruang Budaya
  • Syaria News
    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    demo buruh

    UMP Jakarta 2026 Lebih Rendah dari Bekasi dan Karawang, Said Iqbal: Tak Mencerminkan Kebutuhan Hidup Layak

    Hengky Wijaya, Anggota Komisi C DPRD DKI dari FPKB

    PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

    Pemerintah Kaji Kenaikan Gaji ASN 2026, Menpan RB Temui Menkeu Bahas Prioritas Anggaran

    Pemerintah Kaji Kenaikan Gaji ASN 2026, Menpan RB Temui Menkeu Bahas Prioritas Anggaran

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Kilas Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Harian Tanah Air
No Result
View All Result
Home Opini

Ironi Sampah di Jantung Jakarta: Kota Global yang Masih Bingung Mengurus Sampahnya

by adminharian
May 8, 2026
in Opini
0
Ironi Sampah di Jantung Jakarta: Kota Global yang Masih Bingung Mengurus Sampahnya
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta menuju usia 500 tahun, tetapi persoalan sampah masih menjadi ironi terbesar ibu kota. Dari Bantargebang hingga RDF Rorotan, sistem pengelolaan sampah Jakarta dinilai belum menyentuh akar

Oleh: M. Fuadi Luthfi | Anggota DPRD DKI Jakarta dari FPKB | Ketua FPKB DPRD DKI Jakarta

HarianTanahAir | Jakarta sedang menatap usia ke-500 tahun. Sebuah usia yang tidak kecil bagi sebuah kota. Setengah milenium perjalanan telah membentuk Jakarta menjadi pusat ekonomi, politik, sekaligus simbol modernitas Indonesia. Gedung pencakar langit menjulang. Moda transportasi semakin canggih. Kawasan bisnis tumbuh seperti tidak pernah tidur. Jakarta ingin tampil sebagai kota global, sejajar dengan Singapore, Seoul, hingga Tokyo.

Namun di balik wajah modern itu, Jakarta masih menyimpan persoalan yang terasa sangat mendasar: sampah. Dan ironinya, persoalan ini seperti tidak pernah benar-benar selesai.

Setiap hari, sekitar 7.500 ton sampah diproduksi warga Jakarta. Sebagian besar berakhir di TPST Bantargebang—gunung sampah raksasa yang telah menerima limbah ibu kota sejak 1989. Selama hampir empat dekade, lebih dari 55 juta ton sampah ditumpuk di sana. Tingginya kini hampir menyamai gedung belasan lantai.

Pertanyaannya sederhana, tetapi terasa menampar: Bagaimana mungkin kota yang bercita-cita menjadi kota global masih menggantungkan sistem pengelolaan sampahnya pada pola “angkut-buang”? Padahal dunia sudah lama berubah.

Kota Modern, Risiko Modern

Sosiolog Jerman Ulrich Beck pernah menyebut masyarakat modern sebagai risk society—masyarakat yang menciptakan ancamannya sendiri melalui gaya hidup, konsumsi, dan cara membangun kota. Jakarta sedang hidup dalam risiko yang diciptakannya sendiri.

Laporan UCLA School of Law pada 2025 bahkan mencatat Bantargebang sebagai salah satu penyumbang emisi gas metana terbesar di dunia dari sektor tempat pembuangan akhir. Gas ini bukan sekadar bau menyengat. Metana memiliki efek pemanasan global jauh lebih kuat dibanding karbon dioksida.

Ironisnya, di saat Jakarta berbicara tentang transisi hijau dan kota berkelanjutan, ibu kota justru sedang memelihara salah satu sumber emisi terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Lalu tragedi itu datang. Pada 8 Maret 2026, longsor sampah di Bantargebang merenggut tujuh nyawa. Padahal berbagai kajian sebelumnya sudah mengingatkan bahwa kapasitas TPST tersebut sudah melewati batas aman. Bahkan peringatan resmi dari pemerintah pusat telah keluar beberapa hari sebelum kejadian.

Tetapi sistem bergerak terlalu lambat. Dan seperti banyak tragedi tata kelola lainnya di negeri ini, bencana baru dianggap serius setelah korban jatuh.

RDF Rorotan dan Solusi yang Belum Tuntas

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya tidak tinggal diam. Fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di RDF Plant Rorotan dibangun dengan investasi jumbo mencapai Rp1,28 triliun.

Ambisinya besar: mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif untuk industri semen. Secara konsep, ini langkah maju. Jakarta memang membutuhkan teknologi pengolahan sampah yang lebih modern daripada sekadar mengirim semuanya ke Bantargebang.

Tetapi masalahnya ternyata tidak sesederhana membangun mesin. Sampah Jakarta masih datang dalam kondisi tercampur. Organik, plastik, residu, semua masuk dalam satu aliran. Akibatnya, kualitas RDF yang dihasilkan menjadi tidak optimal. Bau menyengat muncul. Warga sekitar pun protes.

Di sinilah akar persoalannya terlihat jelas: Jakarta terlalu lama fokus menyelesaikan sampah di hilir, tetapi lupa membangun budaya pengelolaan dari hulu. Padahal teknologi secanggih apa pun tidak akan bekerja maksimal jika bahan bakunya tetap kacau.

Instruksi Baru, Problem Lama

Pada 30 April 2026, Gubernur DKI Pramono Anung menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Kebijakan ini mewajibkan pemilahan sampah berdasarkan kategori warna dan melibatkan seluruh jenjang birokrasi hingga tingkat lurah.

Niatnya tentu baik. Tetapi Jakarta sebenarnya sudah pernah punya aturan serupa sebelumnya. Persoalannya bukan pada kurangnya regulasi, melainkan lemahnya eksekusi.

Karena dalam praktiknya, banyak warga yang sudah memilah sampah dari rumah tetap melihat semuanya dicampur kembali saat diangkut petugas.

Di titik itu, semangat warga runtuh. Bagaimana masyarakat mau disiplin memilah sampah jika sistem pengangkutannya sendiri belum siap mendukung pemilahan?

Masalah Jakarta hari ini bukan sekadar kurang aturan. Jakarta terlalu sering mengganti instruksi tanpa membenahi sistem.

Kota Global Tidak Dibangun dari Seremoni

Esais Amerika Garrett Hardin dalam konsep The Tragedy of the Commons mengingatkan bahwa masalah bersama akan terus memburuk jika setiap pihak merasa bukan dirinya yang bertanggung jawab.

Dan itulah yang terjadi pada sampah Jakarta. Rumah tangga merasa tugasnya selesai setelah membuang sampah. Produsen terus membanjiri pasar dengan kemasan plastik sekali pakai. Pemerintah sibuk di hilir. Sementara daerah penyangga seperti Bekasi harus menanggung dampak ekologis dan sosial selama puluhan tahun.

Padahal pengelolaan sampah modern menuntut tanggung jawab bersama. Armada pengangkutan harus diubah agar mendukung sistem terpilah. Bank Sampah perlu diperkuat menjadi ekosistem ekonomi warga. Produsen wajib ikut membayar biaya pengelolaan kemasan plastik yang mereka hasilkan melalui skema Extended Producer Responsibility.

Dan yang paling penting: kebijakan harus dijalankan konsisten dalam jangka panjang, bukan berganti arah setiap pergantian kepemimpinan. Karena kota global bukan hanya soal gedung tinggi atau transportasi modern.

Kota global diukur dari hal-hal paling dasar: apakah warganya bisa menghirup udara bersih, mendapatkan air layak, dan hidup dalam lingkungan yang sehat.

Singapore tidak menjadi kota bersih karena keberuntungan. Mereka serius membangun sistem dan konsisten menjaganya selama puluhan tahun.

Jakarta masih punya waktu sebelum ulang tahun ke-500 tiba. Tetapi waktu itu tidak tak terbatas. Kalau bukan sekarang Jakarta serius membenahi sampahnya, lalu kapan lagi? (*)

Tags: #Bantargebang#DKIJakarta#Jakarta500#JakartaBersih#JakartaGlobalCity#KotaGlobal#LingkunganHidup#OpiniJakarta#PengelolaanSampah#PKBJakarta#RDFRorotan#SampahJakarta
adminharian

adminharian

Next Post
Jakarta Sibuk, Keluarga Jangan Ikut Lelah: Kenapa Waktu Berkualitas Itu Isu Kebijakan

Jakarta Sibuk, Keluarga Jangan Ikut Lelah: Kenapa Waktu Berkualitas Itu Isu Kebijakan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

gaza

Lonjakan Kematian Jadi Indikator Krisis Gaza yang Tak Mereda

3 months ago
DPR

Konflik Iran–Israel Ganggu Ekspor, 50.000 Sarung Produksi Tegal Tertunda ke Pasar Afrika

2 months ago

Popular News

    Connect with us

    Newsletter

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
    SUBSCRIBE

    Category

    • Kilas Bisnis
    • Kilas Global
    • Lifestyle
    • Megapolitan
    • Nusantara
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Ruang Budaya
    • SainTek
    • Syaria News
    • Utama

    Site Links

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org

    About Us

    We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

    • About
    • Advertise
    • Careers
    • Contact
    • Newsletter

    ©HarianTanahAir.Com_2026

    No Result
    View All Result
    • HarianTanahAir.Com
    • Utama
    • Kilas Global
    • Megapolitan
    • Syaria News
    • Olahraga
    • Politik
    • Lifestyle
    • SainTek

    ©HarianTanahAir.Com_2026

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In