HARIANTANAHAIR.COM | JAKARTA — Kebakaran tidak hanya menyisakan bangunan yang hangus. Bagi warga yang menjadi korban, api dapat berarti kehilangan tempat tinggal, barang-barang berharga, hingga sumber penghidupan dalam waktu singkat.
Situasi itu mendorong Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pesanggrahan turun menemui warga terdampak kebakaran di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit setelah musibah. Kehadiran pengurus partai di tengah korban juga menunjukkan bahwa kerja politik di tingkat akar rumput tidak selalu berhenti pada urusan elektoral.
Bagi korban kebakaran, bantuan yang datang setelah api padam memiliki arti berbeda. Ketika rumah dan barang-barang habis dalam hitungan waktu, kebutuhan paling mendasar justru harus kembali dipenuhi dari awal.
PAC PKB Pesanggrahan memilih mendatangi langsung warga terdampak. Langkah tersebut menjadi bagian dari aktivitas sosial organisasi di tingkat kecamatan, sekaligus memperkuat hubungan partai dengan masyarakat di wilayah Pesanggrahan dan sekitarnya.
Kebakaran di permukiman padat Jakarta bukan sekadar persoalan kerusakan fisik. Kepadatan bangunan, keterbatasan ruang dan tingginya aktivitas warga membuat satu musibah dapat dengan cepat memukul banyak keluarga.
Karena itu, penanganan korban tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Masa setelah kebakaran justru menjadi fase ketika warga mulai berhadapan dengan persoalan baru: tempat tinggal sementara, kebutuhan sehari-hari, dokumen yang hilang, hingga pemulihan kehidupan keluarga.
Di titik itulah bantuan dari masyarakat, organisasi sosial, maupun organisasi politik menjadi penting.
Aksi PAC PKB Pesanggrahan kepada korban kebakaran Kebayoran Lama memperlihatkan satu hal sederhana: politik di tingkat bawah juga dapat hadir dalam bentuk yang paling dekat dengan kebutuhan warga—datang, melihat langsung kondisi korban, dan membantu ketika mereka sedang kehilangan.
Bagi warga yang rumahnya telah menjadi puing, perhatian semacam itu mungkin tidak mengembalikan apa yang telah terbakar. Namun setidaknya, mereka tidak menghadapi masa sulit itu sendirian.

























