HARIANTANAHAIR. Danantara Indonesia merampungkan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher, Makkah, Arab Saudi. Langkah ini melengkapi akuisisi Novotel Thakher Makkah yang telah diserahterimakan pada Agustus 2026.
Melalui holding investasi PT Danantara Investment Management (DIM), Danantara mengembangkan investasi jangka panjang di sektor perhotelan Arab Saudi. Investasi tersebut menjadi fondasi pengembangan ekosistem akomodasi dan layanan pendukung bagi jemaah haji dan umrah.
Penyelesaian akuisisi lahan berlangsung pada 18 Oktober 2026. Sementara itu, Danantara telah menerima pengalihan hotel Novotel Thakher Makkah pada 11 Agustus 2026.
Hotel tersebut memiliki 1.461 kamar dan suite. Dengan kepemilikan hotel yang telah beroperasi serta lahan untuk pengembangan lanjutan, Danantara menyiapkan perluasan kapasitas akomodasi secara bertahap.
Danantara Kembangkan Ekosistem Haji dan Umrah
Investasi di kawasan Thakher Makkah merupakan bagian dari rencana pengembangan ekosistem haji dan umrah yang disebut Kompleks Bait Jemaah. Konsep ini menggabungkan fasilitas penginapan dengan berbagai layanan pendukung bagi jemaah.
Danantara menargetkan pengembangan tersebut dapat meningkatkan kualitas pengalaman jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ekosistem ini juga membuka peluang penyediaan layanan yang lebih terintegrasi, mulai dari akomodasi hingga fasilitas pendukung lainnya.
Lahan seluas 4,4 hektare itu direncanakan menjadi bagian dari rencana induk yang mencakup hotel, fasilitas ritel, dan berbagai sarana pendukung. Pengembangannya akan berlangsung bertahap sesuai hasil studi kelayakan, persetujuan, dan ketentuan perizinan yang berlaku.
Danantara akan bekerja sama dengan Al-Khomasiah, mitra pengembang lokal yang turut mendukung penyelesaian transaksi dan kehadiran investasi Indonesia di Arab Saudi.
Dengan pendekatan bertahap, perusahaan dapat menyesuaikan rencana pengembangan dengan kebutuhan pasar, kelayakan komersial, dan ketentuan regulator. Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga tata kelola investasi dalam jangka panjang.
Rosan Roeslani: Investasi untuk Jangka Panjang
Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebut penyelesaian akuisisi tersebut sebagai langkah penting untuk membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi.
“Pencapaian ini merupakan langkah nyata dalam membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi. Fokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya. Lebih dari itu, momentum ini menandai awal dari kemitraan ekonomi yang semakin erat antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Kami akan terus memperdalam kerja sama bilateral dengan menjajaki berbagai peluang di Madinah dan sektor-sektor strategis lainnya di luar sektor properti yang memberikan manfaat bagi kedua negara.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa investasi Danantara tidak hanya berorientasi pada kepemilikan aset perhotelan. Perusahaan juga ingin membangun peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Arab Saudi.
Penjajakan investasi di Madinah serta sektor strategis lainnya menjadi bagian dari arah pengembangan tersebut. Namun, peluang-peluang itu masih memerlukan kajian dan tindak lanjut sebelum memasuki tahap realisasi.
Peluang Perkenalkan Budaya dan Kuliner Indonesia
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menilai kombinasi hotel yang telah beroperasi dan lahan pengembangan memberikan ruang bagi ekspansi jangka panjang.
“Inisiatif ini memadukan aset yang telah beroperasi dengan lahan yang memberikan ruang bagi kami untuk berekspansi dalam jangka panjang, seiring dengan terus berkembangnya ekosistem haji dan umrah. Pada saat yang sama, kami melihat platform ini sebagai peluang untuk memperkenalkan budaya, pelayanan, serta kuliner Indonesia di panggung global. Kami akan menjalankan tahapan selanjutnya secara terukur, dengan berpedoman pada kelayakan komersial, ketentuan regulasi, dan tata kelola yang penuh kehati-hatian, untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.”
Pernyataan Pandu memperlihatkan peluang penggunaan investasi perhotelan sebagai sarana memperkenalkan identitas Indonesia kepada pengunjung internasional. Budaya, kuliner, dan standar pelayanan Indonesia berpotensi menjadi bagian dari pengembangan layanan apabila rencana tersebut terealisasi.
Meski demikian, pengembangan fasilitas baru tetap bergantung pada hasil studi kelayakan dan pemenuhan perizinan. Danantara menyatakan akan menjalankan tahapan berikutnya secara terukur dengan mempertimbangkan kelayakan komersial dan tata kelola.
Thakher Makkah Sambut Investasi Indonesia
Chief Executive Officer Thakher Development, Faisal Shaker, menyebut transaksi tersebut sebagai momen penting bagi pengembangan kawasan Thakher Makkah. Ia juga menyoroti kehadiran investor negara asing yang memiliki properti di kawasan tersebut.
“Ini merupakan momen bersejarah bagi Thakher Makkah. Kehadiran negara pertama di luar Arab Saudi yang memiliki properti di kawasan kami mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Thakher Makkah, sekaligus terhadap langkah Kerajaan Arab Saudi membuka Makkah bagi mitra jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama untuk melayani para tamu Allah. Thakher Development merancang peluang investasi untuk mendukung kemitraan berskala besar seperti ini. Kami bangga telah menuntaskan transaksi ini, mulai dari penandatanganan hingga peralihan hak kepemilikan, dalam waktu 10 (sepuluh) bulan. Fokus kami kini adalah memastikan keselarasan antara ambisi investasi Danantara dan strategi pengembangan kami, serta mendukung Danantara dalam mewujudkan tahap berikutnya agar semakin banyak jemaah Indonesia dapat menginap di lokasi yang dekat dengan Masjidil Haram. Hari ini, kami telah mewujudkan peluang ini menjadi model yang dapat direplikasi dan menjadi pintu masuk bagi investor internasional ke Makkah.”
Sementara itu, Chief Executive Officer Khomasiah Group, Ammar Baroum, menilai transaksi ini mencerminkan kepercayaan investor internasional terhadap pasar Arab Saudi.
“Transaksi penting ini merupakan tonggak sejarah yang signifikan bagi Makkah, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap pasar Arab Saudi beserta potensi jangka panjangnya. Komitmen Danantara Indonesia menegaskan iklim investasi Arab Saudi yang menarik termasuk peluang investasi di sektor perhotelan dan properti, khususnya di Makkah dan Madinah. Kami bangga atas peran Khomasiah dalam memfasilitasi investasi ini serta mendukung penanaman modal asing sejalan dengan visi Saudi 2030.”
Tantangan Pengembangan dan Manfaat bagi Jemaah
Akuisisi hotel dan lahan tersebut memberikan fondasi bagi Danantara untuk mengembangkan bisnis perhotelan di salah satu tujuan utama ibadah umat Islam. Namun, manfaat investasi ini bagi jemaah akan bergantung pada pelaksanaan rencana pengembangan dan kualitas layanan yang tersedia.
Ketersediaan kamar menjadi salah satu aspek penting, terutama ketika permintaan akomodasi meningkat pada musim haji dan umrah. Selain kapasitas, akses menuju Masjidil Haram, kenyamanan, harga, serta kualitas pelayanan juga akan memengaruhi pengalaman jemaah.
Karena itu, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari selesainya transaksi akuisisi. Pengelolaan aset, pengembangan fasilitas, kepatuhan terhadap regulasi Arab Saudi, dan keberlanjutan bisnis juga menjadi faktor penting.
Danantara Indonesia menyatakan akan melanjutkan inisiatif tersebut secara bertahap dan akuntabel melalui koordinasi dengan otoritas terkait di Indonesia dan Arab Saudi. Akuisisi ini menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem haji dan umrah sekaligus membuka ruang bagi penguatan hubungan ekonomi kedua negara.




























