“Harapan saya, kegiatan ini bisa menginspirasi teman-teman DPR RI dan DPRD provinsi untuk melakukan kegiatan yang memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Ida.
HARIANTANAHAIR I JAKARTA — Persoalan sampah di Jakarta tak cukup diselesaikan dengan aturan dan program pemerintah. Kesadaran warga untuk menjaga kebersihan dari rumah hingga lingkungan tempat tinggal menjadi faktor penting dalam menciptakan kota yang lebih bersih.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, Ida Fauziyah, mendorong penguatan partisipasi masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah melalui gerakan berbasis rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).
“Persoalan sampah adalah persoalan yang tidak bisa ditunda-tunda. Pemerintah provinsi sudah melakukan berbagai upaya, tetapi yang harus terus ditumbuhkan adalah kesadaran masyarakat itu sendiri,” ujar Ida saat kegiatan Bersih Kampung 2026 di Setu Babakan, Jakarta Selatan (27/10).
Gerakan dari Rumah hingga Lingkungan
Bersama komunitas Bankit Berdaya, Ida menginisiasi kegiatan Bersih Kampung 2026 untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurut dia, gerakan kebersihan tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari.
Ia menilai, RT dan RW memiliki peran strategis dalam membangun partisipasi warga. Keterlibatan masyarakat sejak tingkat rumah tangga diperlukan agar upaya penanganan sampah dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Ida menegaskan, persoalan sampah bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Warga juga memiliki peran dalam menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari membangun kesadaran di rumah hingga terlibat dalam kegiatan kebersihan bersama.
Mendorong Kegiatan yang Berdampak Nyata
Ida mengatakan, kegiatan Bersih Kampung merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat untuk menghadirkan kegiatan yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Ia berharap inisiatif tersebut dapat menginspirasi anggota DPR RI maupun DPRD provinsi untuk mengembangkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga, bukan sekadar menjalankan agenda formal.
“Harapan saya, kegiatan ini bisa menginspirasi teman-teman DPR RI dan DPRD provinsi untuk melakukan kegiatan yang memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Ida.
Melalui gerakan berbasis RT/RW, upaya menjaga kebersihan Jakarta diharapkan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat. Sebab, perubahan lingkungan dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama dan dijaga secara berkelanjutan.




























