Sebanyak 10 RW di Jakarta memenangkan Program Bebersih Kampung 2026. Masing-masing menerima hadiah langsung sebesar Rp100 juta dari Founder Program Bebersih Kampung 2026, Ida Fauziyah.Simak daftar lengkap pemenangnya.
HarianTanahAir | JAKARTA — Upaya menjaga kebersihan lingkungan kini mendapat apresiasi nyata. Sebanyak 10 rukun warga (RW) di Jakarta ditetapkan sebagai pemenang Program Bebersih Kampung 2026. Masing-masing RW berhak menerima hadiah sebesar Rp100 juta sebagai penghargaan atas komitmen menjaga kebersihan dan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah.
Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Founder Program Bebersih Kampung 2026, Ida Fauziyah, bersama Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026).
Program ini tidak sekadar memberikan penghargaan kepada lingkungan yang berhasil menjaga kebersihan. Lebih dari itu, Bebersih Kampung menjadi gerakan untuk membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, dimulai dari rumah tangga hingga lingkungan RW.
Ida Fauziyah: Persoalan Sampah Jakarta Tak Bisa Ditunda
Founder Program Bebersih Kampung 2026, Ida Fauziyah, mengatakan program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius bagi Jakarta.
Menurut Ida, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menangani persoalan tersebut. Namun, kebijakan pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat.
“Kami bersama teman-teman menginisiasi gerakan ini karena persoalan sampah, terutama di Jakarta, adalah persoalan yang tidak bisa ditunda-tunda. Pemerintah Provinsi sudah melakukan berbagai upaya, tetapi yang harus terus ditumbuhkan adalah kesadaran masyarakat,” ujar Ida.
Wakil Ketua Umum DPP PKB itu menjelaskan, pemilihan RW sebagai basis gerakan bertujuan agar kebiasaan menjaga kebersihan tumbuh dari lingkungan terdekat masyarakat.
Ia berharap, Instruksi Gubernur Nomor 5 dapat diikuti dengan partisipasi nyata warga, mulai dari tingkat RT, RW, hingga komunitas yang lebih luas.
Dengan pendekatan tersebut, gerakan kebersihan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan bersama yang berkelanjutan.
Sampah Bukan Sekadar Dibuang, tetapi Harus Dipilah dan Diolah
Ida menegaskan, tanggung jawab pengelolaan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat juga perlu memahami konsekuensi dari kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menyumbat saluran air, memperburuk risiko banjir, dan menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung penyebaran penyakit.
Karena itu, menurut Ida, kesadaran menjaga kebersihan perlu diikuti dengan kemampuan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
“Sampah yang kita buang bisa kembali kepada kita dalam berbagai bentuk, bisa berupa banjir maupun wabah penyakit. Karena itu, kemampuan kita bukan hanya membuang sampah, tetapi juga memilahnya, mana yang masih bisa dimanfaatkan dan diolah kembali,” tuturnya.
Pesan tersebut menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat. Sampah tidak cukup hanya dipindahkan dari rumah ke tempat pembuangan, tetapi perlu dikurangi, dipilah, dan dimanfaatkan kembali sesuai jenisnya.
Jika dilakukan secara konsisten, langkah sederhana di tingkat rumah tangga dapat menjadi bagian penting dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.
Ida Fauziyah Ingin Gerakan Bebersih Kampung Menginspirasi Daerah Lain
Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, Ida berharap Program Bebersih Kampung dapat menjadi inspirasi bagi para anggota DPR RI maupun DPRD di berbagai daerah.
Menurutnya, kegiatan yang menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat perlu terus diperkuat agar kehadiran wakil rakyat dapat dirasakan secara langsung.
Persoalan kebersihan lingkungan menjadi salah satu isu yang dekat dengan kehidupan warga. Karena itu, gerakan berbasis komunitas dinilai memiliki peluang besar untuk mendorong perubahan perilaku sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
Melalui program ini, Ida berharap semakin banyak lingkungan yang tergerak untuk membangun kebiasaan hidup bersih, mengelola sampah secara bertanggung jawab, dan menjaga kualitas lingkungan tempat tinggal.
Syafrin Liputo Apresiasi Program Bebersih Kampung 2026
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengapresiasi penyelenggaraan Program Bebersih Kampung 2026. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan kebutuhan untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan Jakarta.
Menurut Syafrin, pemilihan Setu Babakan sebagai lokasi penyerahan hadiah juga memiliki makna tersendiri. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Betawi yang merepresentasikan tradisi dan kehidupan masyarakat setempat.
“Pemilihan Setu Babakan sangat tepat dan bermakna. Perkampungan Setu Babakan bukan hanya simbol Betawi, tetapi juga cerminan gotong royong, kebersihan lingkungan, dan tradisi yang diwariskan turun-temurun di tanah Betawi,” ujar Syafrin.
Ia menegaskan, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas Program Bebersih Kampung 2026. Kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaganya. Kebersihan adalah fondasi utama bagi kesejahteraan masyarakat Jakarta,” katanya.
Syafrin berharap, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga upaya menjaga kebersihan tidak hanya berlangsung ketika ada program atau perlombaan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ini Daftar 10 RW Pemenang Program Bebersih Kampung 2026
Sebanyak 10 RW terpilih sebagai pemenang Program Bebersih Kampung 2026. Masing-masing menerima hadiah senilai Rp100 juta.
Berikut daftar lengkap RW pemenangnya:
- RW 05, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa.
- RW 06, Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu.
- RW 03, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran.
- RW 06, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru.
- RW 12, Kelurahan Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi.
- RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru.
- RW 03, Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan.
- RW 04, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi.
- RW 07, Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama.
- RW 08, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak.
Dengan total hadiah mencapai Rp1 miliar, Program Bebersih Kampung 2026 memberikan apresiasi kepada warga yang berupaya menciptakan lingkungan lebih bersih dan tertata.
Perubahan Besar Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Ida berharap Program Bebersih Kampung 2026 dapat memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Menurutnya, perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah berdasarkan jenis, serta mengolah kembali sampah yang masih memiliki nilai manfaat, dapat menjadi awal perubahan.
Pada akhirnya, keberhasilan mengatasi persoalan sampah di Jakarta tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan fasilitas pemerintah. Kesadaran warga, keterlibatan komunitas, serta konsistensi dalam menjaga kebersihan juga menjadi faktor penting.
Melalui gerakan berbasis RW, Program Bebersih Kampung diharapkan mampu menumbuhkan budaya gotong royong sekaligus menjadikan lingkungan permukiman yang bersih sebagai bagian dari kualitas hidup masyarakat Jakarta.
Sebab, kota yang bersih bukan hanya tentang seberapa banyak sampah yang berhasil diangkut, melainkan juga tentang seberapa besar kesadaran warganya untuk mengurangi dan mengelola sampah sejak dari rumah. (AKH)




























