JAKARTA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas antarwarga. Pesan itu mengemuka dalam acara Maulid Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Pulo Nangka, Jakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026, yang dihadiri Anggota DPRD Provinsi DK Jakarta dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhamad Lefy.
Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan peringatan keagamaan, tetapi juga aksi sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Dalam kesempatan itu, dilakukan pembagian sembako secara simbolis serta pemberian santunan kepada anak yatim dan piatu.
Rangkaian acara juga ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dibukanya bazar murah Muslimat NU. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama di tengah tekanan biaya hidup perkotaan.
Dalam sambutannya, Muhamad Lefy mengapresiasi inisiatif Muslimat NU yang menggabungkan kegiatan keagamaan dengan aksi nyata bagi masyarakat. Menurut dia, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW semestinya tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi tercermin dalam kepedulian terhadap sesama.
“Peringatan Maulid Nabi hendaknya menjadi pengingat bagi kita untuk meneladani akhlak Rasulullah, terutama dalam membangun kepedulian, memperkuat persaudaraan, dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Lefy.
Ia juga menilai kegiatan pembagian sembako, santunan anak yatim dan piatu, serta bazar murah merupakan bentuk gotong royong yang perlu terus dipelihara. Menurut dia, kepedulian sosial tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, tetapi bisa diwujudkan melalui tindakan sederhana yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Lefy berharap Muslimat NU terus mengambil peran dalam memperkuat kehidupan sosial masyarakat, khususnya melalui kegiatan pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, pendidikan keagamaan, dan solidaritas sosial.
“Perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga sekaligus lingkungan masyarakat yang lebih baik. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu dijaga keberlanjutannya agar manfaatnya semakin luas,” katanya.
Kegiatan Maulid Muslimat NU di Pulo Nangka tersebut memperlihatkan bahwa peringatan keagamaan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan nilai spiritual dengan kebutuhan sosial. Di tengah tantangan ekonomi perkotaan, kepedulian dan gotong royong menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan masyarakat.




























