JAKARTA – Peran santri dalam membangun masa depan bangsa tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah. Di tengah tantangan perubahan zaman, pendidikan agama dan penguasaan ilmu pengetahuan dinilai perlu berjalan beriringan untuk menyiapkan generasi muda yang berkarakter sekaligus mampu bersaing di berbagai bidang.
Pesan itu disampaikan Ketua DPW PKB DKI Jakarta, H. Hasbiallah Ilyas, S.Ag., dalam kegiatan peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Kantor DPW PKB Jakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Hasbiallah mengingatkan, fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara tidak terlepas dari kontribusi ulama, kiai, dan para santri. Karena itu, menurut dia, sejarah perjuangan santri harus terus diingat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kalau pegangannya kuat, kalau fondasinya kuat, itu berkat perjuangan ulama, perjuangan kiai, dan perjuangan para santri. Jadi, jangan sekali-kali kita melupakan peran santri,” kata Hasbiallah.
Ia juga menyoroti pentingnya kualitas generasi muda sebagai salah satu penentu arah masa depan Indonesia. Keberhasilan sebuah negara, menurut dia, dapat dilihat dari bagaimana negara tersebut mempersiapkan anak-anak muda dan generasi penerusnya.
Dalam konteks itu, santri memiliki peran strategis. Mereka tidak hanya diharapkan memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, profesi, dan pembangunan.
Hasbiallah menegaskan, pendidikan agama tidak seharusnya membatasi ruang gerak dan cita-cita seorang santri. Sebaliknya, nilai-nilai keagamaan perlu menjadi fondasi dalam mengejar berbagai kesempatan dan profesi.
“Inilah fungsi kami, DPW PKB DKI Jakarta, mengadakan kegiatan ini. Mudah-mudahan dari sini, insyaallah, bisa lahir anak-anak yang memiliki fondasi agama yang kuat. Di samping itu, mereka juga bisa belajar dan menempuh pendidikan sesuai cita-citanya,” ujarnya.
Ia mempersilakan generasi muda untuk mengejar cita-cita setinggi mungkin, termasuk menjadi dokter maupun menekuni profesi lainnya. Namun, penguatan nilai agama tetap menjadi bekal utama dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan mereka.
“Mau menjadi dokter atau profesi apa pun, silakan. Yang penting, fondasi agamanya kuat,” kata dia.
Peringatan Hari Santri yang digelar DPW PKB DKI Jakarta tersebut menjadi momentum untuk kembali menempatkan pendidikan dan pembentukan karakter sebagai bagian penting dari persiapan masa depan generasi muda.
Pesan Hasbiallah menegaskan satu hal: santri tidak harus memilih antara menjadi religius atau berprestasi. Keduanya dapat berjalan beriringan. Fondasi agama menjadi pegangan, sementara pendidikan dan ilmu pengetahuan membuka jalan bagi santri untuk berkontribusi lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.




























