HarianTanahAir | BATAM — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi persoalan bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan. Di tengah kondisi tersebut, Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Kepulauan Riau membagikan ribuan masker kepada masyarakat di Batam dan sejumlah kabupaten/kota lain di Kepri.
Aksi pembagian masker itu berlangsung di kawasan Fanindo Pollux Habibie, Batam Center, Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan dipimpin Sekretaris DPW PKB Kepri sekaligus anggota DPRD Kepri, Aman, S.Pd., M.M., bersama jajaran pengurus partai dan Perempuan Bangsa Kepri.
Pembagian masker tersebut merupakan bagian dari gerakan satu juta masker yang digagas Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, bagi masyarakat terdampak karhutla.
“Pembagian masker ini merupakan instruksi langsung Ketua Umum DPP PKB, Gus Muhaimin,” kata Aman.
Menurut dia, penyaluran masker tidak hanya dilakukan di Batam, tetapi juga menjangkau masyarakat di kabupaten dan kota lain di Kepulauan Riau.
Pekerja Lapangan Berhadapan dengan Risiko Asap
Dampak kabut asap tidak dirasakan secara merata. Warga yang dapat beraktivitas dari dalam ruangan memiliki pilihan untuk membatasi paparan, sedangkan pengemudi ojek daring, pedagang kaki lima, dan pekerja lapangan harus tetap berada di luar rumah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Aman turut menyoroti risiko paparan asap bagi anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil. Kelompok tersebut, menurut dia, perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara memburuk.
Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah dalam kondisi udara yang kurang baik.
Namun, pembagian masker hanyalah salah satu bentuk perlindungan. Upaya menghadapi kabut asap juga membutuhkan informasi kualitas udara yang mudah diakses, edukasi kesehatan, serta langkah penanganan kebakaran yang efektif agar sumber pencemaran dapat dikendalikan.
Bagi pekerja informal, persoalannya bukan semata-mata bagaimana melindungi diri dari asap, melainkan juga bagaimana tetap bekerja tanpa mengabaikan kesehatan.
Warga Batam Terima Bantuan
Sejumlah warga menyambut pembagian masker tersebut. Febri, pengemudi ojek daring di Batam, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterimanya.
“Terima kasih Gus Muhaimin, maskernya sudah sampai di Batam,” ujar Febri.
Mutiara, mahasiswi Politeknik Negeri Batam, juga berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Aman merupakan anggota Komisi IV DPRD Kepri yang membidangi urusan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat. Ia terpilih untuk periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan Kepri 4 atau Batam A, yang mencakup Kecamatan Batam Kota, Bengkong, Batu Ampar, dan Lubuk Baja.
Bantuan Masker Bukan Akhir Persoalan
Gerakan satu juta masker yang digagas Muhaimin Iskandar diharapkan berlanjut melalui gotong royong kader PKB untuk membantu masyarakat terdampak karhutla.
Penyaluran masker dapat menjadi respons awal terhadap kebutuhan warga. Namun, keberhasilan penanganan kabut asap tidak cukup diukur dari jumlah masker yang dibagikan. Kondisi udara, penurunan paparan asap, perlindungan kelompok rentan, dan pengendalian sumber kebakaran tetap menjadi persoalan yang perlu ditangani.
Di tengah aktivitas masyarakat yang terus berjalan, kebutuhan paling mendasar bukan hanya bantuan untuk menghadapi asap hari ini, melainkan juga upaya agar warga tidak terus-menerus menanggung dampaknya.




























