JAKARTA — Harga kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian masyarakat perkotaan membuat akses terhadap pangan terjangkau semakin penting. Di tengah tekanan biaya hidup Jakarta, bazar sembako murah menjadi salah satu upaya mendekatkan kebutuhan pokok kepada masyarakat.
Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2024–2029 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Heri Kustanto, S.H., menggelar bazar sembako murah bertajuk Peduli Ketahanan Pangan Warga Jakarta di Jalan Utan Panjang 3, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Kegiatan ini ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus mendorong kepedulian terhadap ketahanan pangan di lingkungan permukiman.
Heri mengatakan, ketahanan pangan bukan semata-mata persoalan ketersediaan bahan makanan. Lebih dari itu, masyarakat juga harus memiliki kemampuan ekonomi untuk mengakses pangan yang cukup, aman, dan bergizi.
Menurut dia, kenaikan harga kebutuhan pokok dapat memberikan tekanan tersendiri bagi rumah tangga, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, upaya menjaga keterjangkauan pangan perlu menjadi perhatian bersama.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan sosial seperti bazar sembako murah perlu dibarengi dengan kepedulian dan gotong royong antarsesama warga.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan masyarakat. Jangan sampai ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kita perlu saling peduli dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi perhatian,” demikian pesan Heri.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Heri menambahkan, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu terus memperhatikan stabilitas harga, kelancaran distribusi, serta ketersediaan bahan pangan. Sebab, persoalan pangan berkaitan langsung dengan daya beli, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat.
Melalui kegiatan di Utan Panjang ini, Heri mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan membangun kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
Bagi warga Jakarta, ketahanan pangan bukan sekadar angka dalam laporan pemerintah. Ukurannya sederhana: apakah setiap keluarga masih mampu menyediakan makanan yang layak di atas meja setiap hari.




























