“Dengan bersepeda kita hidup sehat, kita bisa bersilaturahmi, bisa berkomunikasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah,” kata Ahmad Ruslan.
HARIANTANAHAIR I JAKARTA — Komunitas pesepeda tak hanya menjadi ruang bagi warga untuk menjaga kebugaran. Di tengah padatnya kehidupan perkotaan, komunitas juga membuka peluang untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, hingga menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD DKI Jakarta, H. Ahmad Ruslan, SH. saat menghadiri perayaan hari jadi ke-4 Forum Pesepeda Jakarta Barat (FPJB) di RPTRA Kalijodo, Jakarta Utara, Minggu, 25 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Ruslan menekankan bahwa bersepeda memiliki manfaat yang melampaui urusan kesehatan fisik. Aktivitas tersebut dapat menjadi sarana memperkuat hubungan sosial sekaligus membangun sinergi antara komunitas dan pemerintah daerah.
“Dengan bersepeda kita hidup sehat, kita bisa bersilaturahmi, bisa berkomunikasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah,” kata Ahmad Ruslan.
Pesan itu menempatkan komunitas pesepeda bukan semata sebagai kelompok yang memiliki hobi serupa, melainkan juga bagian dari masyarakat yang dapat berperan dalam kehidupan perkotaan. Melalui interaksi yang terbangun di antara anggota komunitas, berbagai persoalan dan kebutuhan warga berpeluang disampaikan kepada pemerintah.
Bagi Jakarta, ruang interaksi semacam ini relevan dengan kebutuhan membangun kota yang tidak hanya berorientasi pada mobilitas, tetapi juga kesehatan dan kualitas hidup warganya. Komunitas pesepeda dapat menjadi salah satu mitra dalam mendorong budaya hidup sehat sekaligus memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan.
Perayaan empat tahun FPJB pun menjadi momentum untuk mempererat hubungan antaranggota komunitas dan memperluas ruang kolaborasi. Kehadiran Ahmad Ruslan dalam kegiatan tersebut mencerminkan keterlibatan wakil rakyat dalam agenda kemasyarakatan yang tumbuh dari aktivitas warga.
Namun, sinergi antara komunitas dan pemerintah tidak cukup berhenti pada pertemuan seremonial. Komunikasi yang terbangun perlu ditindaklanjuti dengan perhatian terhadap kebutuhan pesepeda, termasuk keselamatan di jalan, kenyamanan bersepeda, dan ketersediaan fasilitas yang mendukung mobilitas ramah lingkungan.
Dengan demikian, semangat yang dibawa dalam peringatan HUT ke-4 FPJB dapat menjadi pijakan untuk memperkuat peran komunitas dalam membangun Jakarta yang lebih sehat, aman, dan terbuka terhadap partisipasi warganya.




























