• About
  • Advertise
  • Careers
  • Hubungi Kami
  • Newsletter
Monday, November 2, 2026
  • Login
Harian Tanah Air
Advertisement
  • Utama
  • Nusantara
    • Nusantara
      • Politik
        Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Tercoreng Dugaan Massa Bayaran, Polda Metro Minta Maaf

        Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Tercoreng Dugaan Massa Bayaran, Polda Metro Minta Maaf

        Putusan MA soal Suket Gibran, PKB Siapkan Langkah Politik di DPR

        Putusan MA soal Suket Gibran, PKB Siapkan Langkah Politik di DPR

        Hasbiallah Ilyas: Jangan Lupakan Peran Santri, Fondasi Bangsa Ada pada Generasi Muda

        Hasbiallah Ilyas: Jangan Lupakan Peran Santri, Fondasi Bangsa Ada pada Generasi Muda

        Maulid Muslimat NU di Pulo Nangka, Muhamad Lefy Dorong Kepedulian Sosial Tak Berhenti pada Seremoni

        Maulid Muslimat NU di Pulo Nangka, Muhamad Lefy Dorong Kepedulian Sosial Tak Berhenti pada Seremoni

        Heri Kustanto Gelar Bazar Sembako Murah di Kemayoran, Dorong Ketahanan Pangan Warga Jakarta

        Heri Kustanto Gelar Bazar Sembako Murah di Kemayoran, Dorong Ketahanan Pangan Warga Jakarta

        Pabrik BYD Subang Digeruduk Ormas, Menperin Dihadapkan pada Persoalan Serapan Tenaga Kerja Lokal

        Pabrik BYD Subang Digeruduk Ormas, Menperin Dihadapkan pada Persoalan Serapan Tenaga Kerja Lokal

        Ida Fauziyah: Persoalan Sampah Tak Bisa Ditunda, Kesadaran Warga Harus Diperkuat

        Ida Fauziyah: Persoalan Sampah Tak Bisa Ditunda, Kesadaran Warga Harus Diperkuat

        cak imin

        1,1 Juta Jiwa Keluar dari Kemiskinan Ekstrem, Muhaimin Kejar Target Nol Persen

        Fuadi Luthfi Ajak Warga Jakarta Selatan Berlomba Bersihkan Kampung

        Fuadi Luthfi Ajak Warga Jakarta Selatan Berlomba Bersihkan Kampung

      • Hukum
      • Pendidikan
      • Pokok dan Tokoh
      • Citizen Journalism
  • Megapolitan
  • Kilas Global
  • Lifestyle
    Hari Santri Bukan Cuma Peringatan, Garda Bangsa Punya Cara Merayakan

    Hari Santri Bukan Cuma Peringatan, Garda Bangsa Punya Cara Merayakan

    Kita Terlalu Sibuk Bertahan Hidup, Kapan Terakhir Kali Menikmati Hidup?

    Kita Terlalu Sibuk Bertahan Hidup, Kapan Terakhir Kali Menikmati Hidup?

    Sekolah Harus Kembali Jadi Rumah yang Aman, Stop Bullying Sebelum Ada Korban Jiwa

    Sekolah Harus Kembali Jadi Rumah yang Aman, Stop Bullying Sebelum Ada Korban Jiwa

    Krisis Iklim Bikin Hidup Makin Mahal, Greenpeace Tagih Kerja Nyata Pemerintah

    Krisis Iklim Bikin Hidup Makin Mahal, Greenpeace Tagih Kerja Nyata Pemerintah

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Pemerintah Diminta Tegas soal Palestina

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Pemerintah Diminta Tegas soal Palestina

    Bisakah Manusia Melawan Usia? Sains dan Islam Menjawab Mitos Anti-Aging

    Bisakah Manusia Melawan Usia? Sains dan Islam Menjawab Mitos Anti-Aging

    Anak Jakarta Makin Suka Nongkrong di Ruang Publik, Bukan Cuma Kafe

    Anak Jakarta Makin Suka Nongkrong di Ruang Publik, Bukan Cuma Kafe

    Ketika Terhubung Tak Lagi Berarti Dekat

    Ketika Terhubung Tak Lagi Berarti Dekat

    Seni Melepas: Ketika Berdamai dengan yang Tak Lagi Tinggal

    Seni Melepas: Ketika Berdamai dengan yang Tak Lagi Tinggal

    Guruh Soekarnoputra: Dari Istana, Panggung Seni, hingga Parlemen

    Guruh Soekarnoputra: Dari Istana, Panggung Seni, hingga Parlemen

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Olahraga
  • SainTek
  • Ruang Budaya
  • Syaria News
    Investasi Data Center Memburu Indonesia, Air Bersih Warga Jangan Jadi Taruhan

    Investasi Data Center Memburu Indonesia, Air Bersih Warga Jangan Jadi Taruhan

    Di Balik Ledakan AI, Ada Krisis Air yang Mengintai

    Di Balik Ledakan AI, Ada Krisis Air yang Mengintai

    BRIN

    Spesies baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi Ditemukan

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    demo buruh

    UMP Jakarta 2026 Lebih Rendah dari Bekasi dan Karawang, Said Iqbal: Tak Mencerminkan Kebutuhan Hidup Layak

    Hengky Wijaya, Anggota Komisi C DPRD DKI dari FPKB

    PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Kilas Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Utama
  • Nusantara
    • Nusantara
      • Politik
        Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Tercoreng Dugaan Massa Bayaran, Polda Metro Minta Maaf

        Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Tercoreng Dugaan Massa Bayaran, Polda Metro Minta Maaf

        Putusan MA soal Suket Gibran, PKB Siapkan Langkah Politik di DPR

        Putusan MA soal Suket Gibran, PKB Siapkan Langkah Politik di DPR

        Hasbiallah Ilyas: Jangan Lupakan Peran Santri, Fondasi Bangsa Ada pada Generasi Muda

        Hasbiallah Ilyas: Jangan Lupakan Peran Santri, Fondasi Bangsa Ada pada Generasi Muda

        Maulid Muslimat NU di Pulo Nangka, Muhamad Lefy Dorong Kepedulian Sosial Tak Berhenti pada Seremoni

        Maulid Muslimat NU di Pulo Nangka, Muhamad Lefy Dorong Kepedulian Sosial Tak Berhenti pada Seremoni

        Heri Kustanto Gelar Bazar Sembako Murah di Kemayoran, Dorong Ketahanan Pangan Warga Jakarta

        Heri Kustanto Gelar Bazar Sembako Murah di Kemayoran, Dorong Ketahanan Pangan Warga Jakarta

        Pabrik BYD Subang Digeruduk Ormas, Menperin Dihadapkan pada Persoalan Serapan Tenaga Kerja Lokal

        Pabrik BYD Subang Digeruduk Ormas, Menperin Dihadapkan pada Persoalan Serapan Tenaga Kerja Lokal

        Ida Fauziyah: Persoalan Sampah Tak Bisa Ditunda, Kesadaran Warga Harus Diperkuat

        Ida Fauziyah: Persoalan Sampah Tak Bisa Ditunda, Kesadaran Warga Harus Diperkuat

        cak imin

        1,1 Juta Jiwa Keluar dari Kemiskinan Ekstrem, Muhaimin Kejar Target Nol Persen

        Fuadi Luthfi Ajak Warga Jakarta Selatan Berlomba Bersihkan Kampung

        Fuadi Luthfi Ajak Warga Jakarta Selatan Berlomba Bersihkan Kampung

      • Hukum
      • Pendidikan
      • Pokok dan Tokoh
      • Citizen Journalism
  • Megapolitan
  • Kilas Global
  • Lifestyle
    Hari Santri Bukan Cuma Peringatan, Garda Bangsa Punya Cara Merayakan

    Hari Santri Bukan Cuma Peringatan, Garda Bangsa Punya Cara Merayakan

    Kita Terlalu Sibuk Bertahan Hidup, Kapan Terakhir Kali Menikmati Hidup?

    Kita Terlalu Sibuk Bertahan Hidup, Kapan Terakhir Kali Menikmati Hidup?

    Sekolah Harus Kembali Jadi Rumah yang Aman, Stop Bullying Sebelum Ada Korban Jiwa

    Sekolah Harus Kembali Jadi Rumah yang Aman, Stop Bullying Sebelum Ada Korban Jiwa

    Krisis Iklim Bikin Hidup Makin Mahal, Greenpeace Tagih Kerja Nyata Pemerintah

    Krisis Iklim Bikin Hidup Makin Mahal, Greenpeace Tagih Kerja Nyata Pemerintah

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Pemerintah Diminta Tegas soal Palestina

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Pemerintah Diminta Tegas soal Palestina

    Bisakah Manusia Melawan Usia? Sains dan Islam Menjawab Mitos Anti-Aging

    Bisakah Manusia Melawan Usia? Sains dan Islam Menjawab Mitos Anti-Aging

    Anak Jakarta Makin Suka Nongkrong di Ruang Publik, Bukan Cuma Kafe

    Anak Jakarta Makin Suka Nongkrong di Ruang Publik, Bukan Cuma Kafe

    Ketika Terhubung Tak Lagi Berarti Dekat

    Ketika Terhubung Tak Lagi Berarti Dekat

    Seni Melepas: Ketika Berdamai dengan yang Tak Lagi Tinggal

    Seni Melepas: Ketika Berdamai dengan yang Tak Lagi Tinggal

    Guruh Soekarnoputra: Dari Istana, Panggung Seni, hingga Parlemen

    Guruh Soekarnoputra: Dari Istana, Panggung Seni, hingga Parlemen

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Olahraga
  • SainTek
  • Ruang Budaya
  • Syaria News
    Investasi Data Center Memburu Indonesia, Air Bersih Warga Jangan Jadi Taruhan

    Investasi Data Center Memburu Indonesia, Air Bersih Warga Jangan Jadi Taruhan

    Di Balik Ledakan AI, Ada Krisis Air yang Mengintai

    Di Balik Ledakan AI, Ada Krisis Air yang Mengintai

    BRIN

    Spesies baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi Ditemukan

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    demo buruh

    UMP Jakarta 2026 Lebih Rendah dari Bekasi dan Karawang, Said Iqbal: Tak Mencerminkan Kebutuhan Hidup Layak

    Hengky Wijaya, Anggota Komisi C DPRD DKI dari FPKB

    PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Kilas Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Harian Tanah Air
No Result
View All Result
Home Utama

Dugaan Jual Beli Suara di Muktamar NU, Gus Lilur Datangi KPK dan Ungkap Alur Transaksi

by redaksi
October 13, 2026
in Utama, Ruang Budaya
0
Dugaan Jual Beli Suara di Muktamar NU, Gus Lilur Datangi KPK dan Ungkap Alur Transaksi
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dugaan suap Muktamar ke-35 NU dilaporkan ke KPK. Gus Lilur membeberkan klaim alur transaksi, lokasi pembayaran, dan rencana laporan lanjutan.

 

HARIANTANAHAIR | JAKARTA — Dugaan praktik jual beli suara dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memasuki babak baru. HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, atau yang dikenal sebagai Gus Lilur, mengaku telah melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait pelaksanaan muktamar tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan aduan ke KPK bernomor registrasi informasi : 2026-A-0497 tersebut disampaikan pada Senin (12/10/2026). Gus Lilur menyebut laporan awalnya berisi dugaan alur transaksi, pihak-pihak yang menurut keterangannya terkait, serta sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat berlangsungnya transaksi.

Ia juga mengaku sedang mengatur koordinasi dengan penyidik KPK agar sejumlah pengurus cabang NU yang ingin mengembalikan uang yang mereka duga berkaitan dengan praktik jual beli suara dapat menyerahkannya melalui mekanisme yang tepat.

Menurut Gus Lilur, laporan tersebut belum secara khusus memidanakan nama-nama tertentu. Ia menyatakan akan menyampaikan laporan lanjutan yang secara spesifik ditujukan kepada sejumlah pihak yang disebutnya terkait dugaan tersebut.

Perlu ditegaskan, seluruh tuduhan yang disampaikan Gus Lilur masih merupakan klaim pelapor. Kebenaran dugaan transaksi, keterlibatan pihak-pihak yang disebut, serta kaitannya dengan perkara korupsi lain harus diuji melalui proses penyelidikan dan penyidikan oleh aparat penegak hukum.

Gus Lilur Ungkap Dugaan Skema Jual Beli Suara

Dalam keterangannya, Gus Lilur menduga terdapat rangkaian pertemuan dengan puluhan pengurus cabang NU di sejumlah ibu kota provinsi sebelum Muktamar ke-35 berlangsung.

Ia mengeklaim pertemuan-pertemuan tersebut dikoordinasikan oleh oknum organisasi NU setempat yang disebut sebagai bagian dari tim sukses. Gus Lilur menyebut Nusron Wahid dan Saifullah Yusuf dalam keterangannya mengenai dugaan koordinasi tersebut.

Menurut dia, terdapat tiga hal yang diduga menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan-pertemuan itu.

Pertama, pengarahan untuk memilih sembilan nama calon anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), yakni forum yang berperan dalam pemilihan Rais Aam PBNU.

Kedua, mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU yang diarahkan melalui mekanisme AHWA atau restu Rais Aam, dengan lebih dari satu calon Ketua Umum.

Ketiga, lokasi yang disebut sebagai tempat pembayaran uang muka dan pelunasan. Gus Lilur menyebut Hotel Fatma di Jombang serta sebuah posko yang dikaitkannya dengan Nusron Wahid di Jalan Teuku Cik Ditiro, Desa Pulo Lor, Jombang.

Seluruh keterangan mengenai pertemuan, pengarahan, dan lokasi transaksi tersebut berasal dari klaim Gus Lilur dan masih memerlukan verifikasi independen.

Tiga Tahap Pembayaran yang Diklaim Gus Lilur

Gus Lilur menduga pembayaran dalam skema tersebut berlangsung melalui tiga tahap.

Tahap pertama: uang muka di sejumlah daerah. Ia mengklaim pembayaran awal dilakukan melalui mobilisasi pengurus wilayah NU ke sejumlah hotel di ibu kota provinsi. Daerah yang disebut antara lain Bengkulu, Sumatera Selatan, Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah wilayah di Sulawesi.

Tahap kedua: pembayaran lanjutan di Surabaya. Menurut keterangannya, pembayaran berikutnya diduga berlangsung di sejumlah hotel di Surabaya menjelang pelaksanaan muktamar. Dua lokasi yang disebut ialah Hotel Four Points di kawasan Tunjungan Plaza dan Hotel Bumi Surabaya.

Tahap ketiga: pelunasan di Jombang. Gus Lilur menyebut pelunasan diduga dilakukan di Hotel Fatma dan sebuah posko di Jombang. Ia mengatakan tidak semua penerima disebut menjalani tiga tahap pembayaran karena sebagian diduga hanya menerima pembayaran awal dan pelunasan.

Gus Lilur menggambarkan rangkaian tersebut sebagai pembayaran uang muka pertama, uang muka kedua, dan pelunasan.

Namun, hingga informasi ini disusun, uraian tersebut belum dapat diperlakukan sebagai fakta hukum yang telah terbukti. Pembuktian membutuhkan keterangan saksi, dokumen transaksi, penelusuran aliran dana, serta hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

Empat Nama Disebut dalam Rencana Laporan Lanjutan

Gus Lilur menyatakan akan kembali mendatangi KPK untuk menyampaikan laporan yang secara khusus menyebut empat nama, yakni KH Miftachul Akhyar, Nusron Wahid, Saifullah Yusuf, dan Sulaiman Tanjung.

Ia mengeklaim rangkaian dugaan transaksi tersebut bertujuan memenangkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU.

Meski demikian, penyebutan nama-nama tersebut oleh pelapor tidak serta-merta membuktikan keterlibatan mereka dalam tindak pidana. Status hukum setiap orang harus didasarkan pada bukti dan proses hukum yang sah.

Gus Lilur juga menyatakan akan melaporkan pihak-pihak lain yang menurut keterangannya berperan sebagai tim sukses di sejumlah provinsi.

Ia mengibaratkan laporan awal yang disampaikan kepada KPK sebagai pembukaan dari rangkaian pengungkapan yang akan dilakukannya.

Daftar Kandidat AHWA yang Disebut dalam Laporan

Dalam keterangannya, Gus Lilur menyebut sembilan nama yang menurut dia diarahkan untuk dipilih sebagai anggota AHWA. Nama-nama tersebut adalah:

  1. KH Miftachul Akhyar
  2. KH Nurul Huda Djazuli
  3. KH Anwar Manshur
  4. KH Anwar Iskandar
  5. KH Afifuddin Muhajir
  6. KH Muhammad Wildan Salam
  7. Dr KH Abun Bunyamin, MA
  8. AG Dr KH Baharuddin HS, MA
  9. TGK KH Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu

Daftar yang disebut Gus Lilur itu berbeda dari susunan sembilan anggota AHWA yang, menurut narasi pelapor, diumumkan panitia pada 30 Agustus 2026. Dalam hasil yang dikutip tersebut, Prof KH Said Aqil Siroj tercantum sebagai anggota AHWA terpilih, sedangkan KH Muhammad Wildan Salam tidak termasuk dalam sembilan nama yang ditetapkan.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu diperiksa untuk memastikan konteks, kronologi, dan dasar klaim yang disampaikan pelapor.

Dikaitkan dengan OTT KPK di Kementerian ATR/BPN

Dalam keterangannya, Gus Lilur juga menghubungkan dugaan jual beli suara dalam muktamar dengan perkara korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Ia menduga dana yang digunakan dalam transaksi tersebut berasal dari hasil korupsi yang berkaitan dengan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid.

Klaim mengenai sumber dana itu merupakan tuduhan serius yang membutuhkan bukti aliran uang dan penelusuran transaksi. Hubungan antara perkara di Kementerian ATR/BPN dan dugaan transaksi dalam muktamar tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan pernyataan pelapor.

Dalam narasi yang disampaikan, disebutkan bahwa KPK melakukan operasi tangkap tangan pada 14 September 2026 dalam perkara dugaan suap pengurusan hak guna bangunan di Kabupaten Bogor. Operasi tersebut dikabarkan menghasilkan penyitaan uang tunai dalam rupiah dan valuta asing senilai Rp106,3 miliar serta penetapan delapan tersangka.

Gus Lilur juga menyebut empat tersangka dalam perkara tersebut sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid.

Meski demikian, perkara dugaan korupsi di ATR/BPN dan dugaan jual beli suara dalam Muktamar NU harus diperlakukan sebagai dua persoalan hukum yang berbeda sampai terdapat bukti yang dapat menghubungkan keduanya.

Mekanisme Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU

Muktamar ke-35 NU berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Dalam narasi yang disampaikan, mekanisme pemilihan Ketua Umum melalui restu Rais Aam disebut memperoleh dukungan 401 suara, sedangkan pemilihan langsung mendapatkan 150 suara.

KH Miftachul Akhyar kemudian terpilih sebagai Rais Aam PBNU. Dalam pemilihan anggota AHWA, ia disebut memperoleh 350 suara, berada di bawah KH Nurul Huda Djazuli yang meraih 485 suara.

Hasil muktamar tersebut menjadi bagian penting dari konteks dugaan yang disampaikan Gus Lilur. Namun, hasil pemilihan, mekanisme organisasi, dan dugaan tindak pidana merupakan hal berbeda yang harus dinilai berdasarkan bukti masing-masing.

Menunggu Klarifikasi dan Tindak Lanjut KPK

Laporan yang diklaim telah disampaikan Gus Lilur membuka ruang bagi aparat penegak hukum untuk menilai apakah terdapat bukti awal yang cukup guna menindaklanjuti dugaan tersebut.

Langkah berikutnya mencakup verifikasi laporan, pemeriksaan saksi, penelusuran dokumen, serta pengujian terhadap dugaan aliran dana dan pihak-pihak yang disebut.

Klarifikasi dari pihak-pihak yang namanya disebut juga penting untuk menjaga keberimbangan pemberitaan. Demikian pula, konfirmasi mengenai status penerimaan laporan dan tindak lanjutnya perlu diperoleh langsung dari KPK.

Kasus ini bukan hanya menyangkut dugaan transaksi dalam kontestasi kepemimpinan organisasi keagamaan, tetapi juga menyentuh persoalan integritas, transparansi, dan kepercayaan warga terhadap proses pengambilan keputusan di tubuh organisasi.

Apabila dugaan tersebut terbukti, persoalannya akan melampaui persaingan antarkandidat. Namun, sebelum ada pembuktian yang sah, seluruh pihak tetap harus diperlakukan sesuai asas praduga tak bersalah. (***)

Tags: #BeritaNasional#DugaanSuap#GusLilur#JualBeliSuara#KPK#MuktamarKe35NU#MuktamarNU#NahdlatulUlama#NusronWahid#PBNU#RaisAamPBNU#SaifullahYusuf
redaksi

redaksi

Next Post
habib Umar

Ketua MPR Puji Dakwah Habib Umar bin Hafidz

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

korupsi

Rudianto Lallo dan Hasbiallah Ilyas Tolak Redefinisi Korupsi, Soroti Risiko bagi Astacita Prabowo

1 week ago
Hari Santri 2026, Fuadi Luthfi Soroti Ketimpangan Sekolah Gratis: Madrasah Jangan Jadi Anak Tiri

Hari Santri 2026, Fuadi Luthfi Soroti Ketimpangan Sekolah Gratis: Madrasah Jangan Jadi Anak Tiri

2 weeks ago

Popular News

    Connect with us

    Newsletter

    Dapatkan berita terbaru, Informasi terkini dan kabar menarik langsung di email Anda. Berlangganan Newslatter kami agar tidak ketinggalan update penting tiap hari.

    Category

    • Kilas Bisnis
    • Kilas Global
    • Lifestyle
    • Megapolitan
    • Nusantara
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Ruang Budaya
    • SainTek
    • Syaria News
    • Utama

    About Us

    HarianTanahAir.com adalah situs berita dan informasi yang menghadirkan kabar terbaru, aktual, dan relevan untuk pembaca.

    • About
    • Advertise
    • Careers
    • Hubungi Kami
    • Newsletter

    ©HarianTanahAir.Com_2026

    No Result
    View All Result
    • HarianTanahAir.Com
    • Utama
    • Kilas Global
    • Megapolitan
    • Syaria News
    • Olahraga
    • Politik
    • Lifestyle
    • SainTek

    ©HarianTanahAir.Com_2026

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In