JAKARTA – Ibadah haji tidak harus menunggu seseorang memasuki usia matang. Generasi Z dapat mulai mempersiapkan perjalanan ke Tanah Suci melalui kebiasaan menabung, perencanaan keuangan, dan menjaga kesehatan sejak usia muda.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengangkat pesan tersebut melalui talkshow bertajuk “GEN Z NAIK HAJI” pada 15 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Shariah Economic Festival (ISEF) 2026.
Melalui program tersebut, BPKH mengajak generasi Z dan milenial menjadikan ibadah haji sebagai tujuan hidup yang direncanakan sejak dini. Persiapan yang terarah dapat membantu calon jemaah memahami kebutuhan finansial sekaligus membangun kesiapan fisik.
“Mumpung masih muda, mumpung masih punya fisik kuat dan energi melimpah, yuk mulai merencanakan ibadah haji dari sekarang! Jangan tunggu nanti-nanti, karena perencanaan finansial dan fisik sejak usia muda itu kuncinya.”
Pesan tersebut menekankan pentingnya memanfaatkan usia produktif untuk membangun kebiasaan baik. Anak muda dapat memulai langkah sederhana tanpa harus menunggu memiliki penghasilan besar.
Gen Z Naik Haji Dimulai dari Kebiasaan Menabung
Merencanakan ibadah haji membutuhkan komitmen jangka panjang. Karena itu, generasi muda perlu memahami pentingnya mengatur pendapatan, mengendalikan pengeluaran, dan menetapkan tujuan keuangan.
Kebiasaan menabung dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan rencana tersebut. Anak muda bisa menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin sesuai kemampuan masing-masing.
Namun, perencanaan keuangan tidak sekadar mengumpulkan uang. Calon jemaah juga perlu memahami persyaratan pendaftaran, ketentuan biaya, dan tahapan persiapan keberangkatan melalui sumber resmi.
Gen Z Naik Haji Membutuhkan Perencanaan Finansial
Bagi generasi Z yang baru memasuki dunia kerja, mengatur keuangan menjadi keterampilan penting. Mereka perlu membedakan kebutuhan utama, keinginan pribadi, dan tujuan keuangan jangka panjang.
Selanjutnya, calon jemaah dapat menetapkan target tabungan yang realistis. Mereka juga perlu mengevaluasi kemampuan finansial secara berkala agar rencana tersebut tetap sesuai dengan kondisi ekonomi.
Literasi keuangan membantu anak muda mengambil keputusan secara lebih bijaksana. Pemahaman ini juga mendorong mereka menghindari keputusan finansial yang berisiko demi mengejar target secara terburu-buru.
Selain itu, generasi muda perlu memahami pengelolaan dana haji secara menyeluruh. Pengetahuan tersebut dapat membantu mereka mengenali proses penyelenggaraan ibadah haji dan peran lembaga yang mengelola dana jemaah.
Bukan Hanya Biaya, Kesiapan Fisik Juga Penting
Persiapan haji tidak berhenti pada kemampuan finansial. Calon jemaah juga perlu membangun kebiasaan hidup sehat agar mampu menjalani rangkaian ibadah dengan baik.
Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Selain itu, pola makan seimbang, istirahat cukup, dan pemeriksaan kesehatan turut mendukung kesiapan calon jemaah.
Bagi generasi muda, membangun kebiasaan sehat sejak dini memberikan manfaat jangka panjang. Mereka dapat menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas, bukan sekadar persiapan menjelang keberangkatan.
Gen Z Naik Haji dengan Persiapan Sejak Usia Produktif
Usia muda memberikan kesempatan untuk membangun kesiapan secara bertahap. Generasi Z dapat memanfaatkan waktu untuk memperkuat kondisi fisik sekaligus menata rencana keuangan.
Meski demikian, setiap orang memiliki kondisi dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, perencanaan haji perlu menyesuaikan keadaan finansial, kesehatan, serta ketentuan penyelenggaraan yang berlaku.
Pendekatan ini membuat persiapan ibadah lebih realistis dan terukur. Dengan demikian, keinginan menunaikan haji dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap kebutuhan sehari-hari.
BPKH Hadirkan Tokoh dari Berbagai Latar Belakang
Untuk mendekatkan pesan tersebut kepada anak muda, BPKH menghadirkan sejumlah narasumber dari bidang keuangan, kesehatan, dan industri kreatif. Pendekatan ini diharapkan membuat pembahasan persiapan haji lebih relevan dengan kehidupan generasi muda.
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah dijadwalkan menjadi salah satu narasumber. Dokter sekaligus penulis dr. Gia Pratama juga akan berbagi perspektif mengenai kesehatan dan kesiapan diri.
Selain itu, musisi Arda Hatna serta penyanyi dan influencer Tantri Kotak turut dijadwalkan hadir. Aktivis sekaligus seniman Inayah Wahid akan memandu jalannya diskusi.
Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan membuka ruang percakapan yang lebih dekat dengan keseharian generasi Z. Mereka dapat membahas pentingnya menetapkan tujuan hidup, mengelola uang, dan menjaga kesehatan melalui perspektif yang beragam.
Dengan format diskusi yang komunikatif, BPKH ingin mendorong anak muda memahami persiapan haji sebagai proses yang dapat dimulai sekarang. Pesan tersebut sekaligus memperkuat pentingnya literasi keuangan dan kesadaran menjaga kesehatan.
Dana Haji Berkelanjutan, Generasi Muda Perlu Memahami Pengelolaannya
Ajakan kepada generasi muda untuk merencanakan haji juga berkaitan dengan keberlanjutan pengelolaan dana jemaah. BPKH mencatat dana kelolaan mencapai Rp185,73 triliun per September 2026.
Besarnya dana tersebut menuntut pengelolaan yang mengutamakan prinsip kehati-hatian, kepatuhan syariah, transparansi, dan akuntabilitas. Pengelolaan yang bertanggung jawab juga perlu mempertimbangkan kebutuhan jemaah saat ini dan generasi berikutnya.
Untuk membahas tantangan tersebut, BPKH akan menyelenggarakan 8th International Hajj Fund Forum (IHFF) 2026 pada 15 Oktober 2026. Forum ini mengangkat tema “Sustainable Hajj Fund Management Through Strategic Synergy and Digital Transformation”.
Agenda tersebut membahas penguatan tata kelola, strategi investasi, transformasi digital, dan kerja sama internasional. Forum ini juga membuka diskusi mengenai pengembangan Kampung Haji Indonesia dan ekosistem ekonomi haji yang berkelanjutan.
Melalui kedua kegiatan tersebut, BPKH menempatkan persiapan individu dan tata kelola kelembagaan dalam satu rangkaian pembahasan. Masyarakat perlu mempersiapkan diri, sedangkan pengelola dana harus menjaga amanah secara profesional.
Pada akhirnya, Gen Z naik haji bukan sekadar slogan bagi generasi muda. Pesan ini mengajak mereka menetapkan tujuan, membangun kebiasaan finansial yang sehat, dan menjaga kebugaran sejak dini.
Dengan perencanaan yang realistis, generasi muda dapat mempersiapkan ibadah haji secara bertahap. Langkah kecil yang dimulai hari ini dapat menjadi bagian penting dari perjalanan panjang menuju Tanah Suci.




























