JAKARTA — Beasiswa pendidikan ke luar negeri yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tak boleh berhenti pada keberhasilan mengirim mahasiswa ke kampus ternama. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta memastikan para penerima beasiswa kembali dan berkontribusi bagi pembangunan Ibu Kota setelah menyelesaikan pendidikan.
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD DKI Jakarta, M. Fuadi Luthfi, mengingatkan agar investasi pendidikan yang menggunakan uang rakyat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta.
“Pemprov DKI harus bisa memastikan hal itu, jangan sampai setelah dibiayai Pemprov DKI, justru melupakan Jakarta dan memilih menetap di luar negeri,” ujar Fuadi, Kamis, 14 Oktober 2026.
Menurut Fuadi, program beasiswa harus dirancang bukan sekadar untuk mencetak lulusan berijazah internasional, melainkan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu menjawab persoalan daerah. Keahlian yang diperoleh penerima beasiswa semestinya dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki layanan publik, memperkuat inovasi, serta mendukung pembangunan Jakarta.
Uang rakyat, manfaatnya harus kembali ke rakyat. Prinsip itu, menurut Fuadi, perlu menjadi landasan dalam pelaksanaan program beasiswa yang dibiayai pemerintah daerah.
Ia menilai, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan. Karena itu, Pemprov DKI perlu memastikan bidang studi yang dipilih penerima beasiswa selaras dengan kebutuhan Jakarta, termasuk tantangan sebagai kota global yang membutuhkan tenaga ahli dan inovator di berbagai sektor.




























