JAKARTA – Partai Golkar DKI Jakarta mulai memasang target politik untuk Pemilu 2029. Tak sekadar mempertahankan posisi di jajaran lima besar partai politik di Ibu Kota, partai berlambang pohon beringin itu membidik tambahan kursi di DPRD sekaligus membuka peluang mengusung kader sendiri dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta.
Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Basri Baco, mengatakan partainya menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD dari 10 kursi saat ini menjadi 12 hingga 13 kursi pada Pemilu 2029.
Target tersebut bukan tanpa modal. Dalam dua pemilu terakhir, Golkar berhasil meningkatkan keterwakilannya di DPRD DKI Jakarta dari enam menjadi 10 kursi.
“Harapan, ke depannya kami minimal bertahan lagi di partai lima besar. Syukur-syukur, bisa nambah kursinya. Targetnya, sih, nambah kurang lebih 12 sampai 13 kursi,” kata Baco dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Namun, ambisi Golkar tidak berhenti di parlemen. Partai ini juga mulai membuka kemungkinan mengantarkan kader internal ke kursi gubernur atau wakil gubernur Jakarta pada kontestasi politik mendatang.
Baco menyebut kader terbaik partai, termasuk Ketua DPD Golkar DKI Jakarta saat ini, memiliki peluang untuk maju dalam Pilgub apabila kesempatan politik terbuka.
“Dan kalau ada kesempatan mungkin, ya, kader terbaik partai atau Ketua Golkar DKI Jakarta saat ini bisa nyalon sebagai gubernur atau wakil gubernur,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Golkar DKI mulai memperhitungkan dua arena sekaligus: memperkuat posisi di lembaga legislatif dan memperluas pengaruh di eksekutif.
Dari Organisasi ke Kursi Pimpinan DPRD
Di balik target politik tersebut, Baco menuturkan perjalanan panjangnya bersama Golkar. Ia mengaku mulai aktif di lingkungan DPP Golkar sejak 2003–2004 melalui sejumlah kelompok kerja (pokja).
Ia kemudian bergabung dengan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), organisasi sayap kepemudaan Golkar, selama dua periode kepengurusan.
Perjalanan menuju parlemen tidak berlangsung mulus. Pada Pemilu 2009, Baco pertama kali mencoba maju sebagai calon anggota legislatif, tetapi belum berhasil memperoleh kursi.
Pada 2014, konflik internal partai membuatnya tidak dapat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Ia kemudian mendaftar sebagai anggota Dewan Kota hingga dilantik menjadi anggota Dewan Kota Jakarta Pusat.
Karier organisasinya kembali menguat pada 2016 ketika dipercaya menjabat Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta.
Tiga tahun kemudian, Baco berhasil terpilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2019. Ia juga dipercaya menjadi Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta.
Pada Pemilu 2024, Baco kembali mempertahankan kursinya di parlemen. Kini, ia menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sekaligus Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta untuk periode ketiga.
Konsolidasi Menjadi Pekerjaan Rumah
Bagi Golkar DKI, peningkatan dari enam menjadi 10 kursi merupakan modal untuk menghadapi persaingan politik berikutnya. Namun, mempertahankan tren tersebut tentu membutuhkan kerja organisasi yang lebih kuat.
Target 12 hingga 13 kursi berarti Golkar harus menambah dua sampai tiga kursi dibandingkan perolehan saat ini.
Di sisi lain, keinginan mengusung kader sendiri dalam Pilgub Jakarta membutuhkan lebih dari sekadar popularitas internal partai. Konsolidasi, kapasitas kandidat, dukungan politik, dan kepercayaan pemilih akan menjadi faktor penting.
Baco berharap Golkar tetap berada dalam jajaran lima besar partai politik di Jakarta, mempertahankan posisi di unsur pimpinan DPRD, serta meningkatkan kontribusi melalui program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap Golkar mampu mempertahankan posisinya di jajaran lima besar partai politik di Jakarta, meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang, sekaligus menjalankan program yang menjawab kebutuhan warga ibu kota,” ucapnya.
Dengan Pemilu 2029 yang semakin menjadi perhatian partai politik, Golkar DKI kini menghadapi dua pekerjaan besar: membuktikan kemampuan menambah kekuatan di parlemen dan menyiapkan kader yang mampu bersaing memimpin Jakarta.




























