• About
  • Advertise
  • Careers
  • Hubungi Kami
  • Newsletter
Monday, November 2, 2026
  • Login
Harian Tanah Air
Advertisement
  • Utama
  • Nusantara
    • Nusantara
      • Politik
        Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Tercoreng Dugaan Massa Bayaran, Polda Metro Minta Maaf

        Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Tercoreng Dugaan Massa Bayaran, Polda Metro Minta Maaf

        Putusan MA soal Suket Gibran, PKB Siapkan Langkah Politik di DPR

        Putusan MA soal Suket Gibran, PKB Siapkan Langkah Politik di DPR

        Hasbiallah Ilyas: Jangan Lupakan Peran Santri, Fondasi Bangsa Ada pada Generasi Muda

        Hasbiallah Ilyas: Jangan Lupakan Peran Santri, Fondasi Bangsa Ada pada Generasi Muda

        Maulid Muslimat NU di Pulo Nangka, Muhamad Lefy Dorong Kepedulian Sosial Tak Berhenti pada Seremoni

        Maulid Muslimat NU di Pulo Nangka, Muhamad Lefy Dorong Kepedulian Sosial Tak Berhenti pada Seremoni

        Heri Kustanto Gelar Bazar Sembako Murah di Kemayoran, Dorong Ketahanan Pangan Warga Jakarta

        Heri Kustanto Gelar Bazar Sembako Murah di Kemayoran, Dorong Ketahanan Pangan Warga Jakarta

        Pabrik BYD Subang Digeruduk Ormas, Menperin Dihadapkan pada Persoalan Serapan Tenaga Kerja Lokal

        Pabrik BYD Subang Digeruduk Ormas, Menperin Dihadapkan pada Persoalan Serapan Tenaga Kerja Lokal

        Ida Fauziyah: Persoalan Sampah Tak Bisa Ditunda, Kesadaran Warga Harus Diperkuat

        Ida Fauziyah: Persoalan Sampah Tak Bisa Ditunda, Kesadaran Warga Harus Diperkuat

        cak imin

        1,1 Juta Jiwa Keluar dari Kemiskinan Ekstrem, Muhaimin Kejar Target Nol Persen

        Fuadi Luthfi Ajak Warga Jakarta Selatan Berlomba Bersihkan Kampung

        Fuadi Luthfi Ajak Warga Jakarta Selatan Berlomba Bersihkan Kampung

      • Hukum
      • Pendidikan
      • Pokok dan Tokoh
      • Citizen Journalism
  • Megapolitan
  • Kilas Global
  • Lifestyle
    Hari Santri Bukan Cuma Peringatan, Garda Bangsa Punya Cara Merayakan

    Hari Santri Bukan Cuma Peringatan, Garda Bangsa Punya Cara Merayakan

    Kita Terlalu Sibuk Bertahan Hidup, Kapan Terakhir Kali Menikmati Hidup?

    Kita Terlalu Sibuk Bertahan Hidup, Kapan Terakhir Kali Menikmati Hidup?

    Sekolah Harus Kembali Jadi Rumah yang Aman, Stop Bullying Sebelum Ada Korban Jiwa

    Sekolah Harus Kembali Jadi Rumah yang Aman, Stop Bullying Sebelum Ada Korban Jiwa

    Krisis Iklim Bikin Hidup Makin Mahal, Greenpeace Tagih Kerja Nyata Pemerintah

    Krisis Iklim Bikin Hidup Makin Mahal, Greenpeace Tagih Kerja Nyata Pemerintah

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Pemerintah Diminta Tegas soal Palestina

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Pemerintah Diminta Tegas soal Palestina

    Bisakah Manusia Melawan Usia? Sains dan Islam Menjawab Mitos Anti-Aging

    Bisakah Manusia Melawan Usia? Sains dan Islam Menjawab Mitos Anti-Aging

    Anak Jakarta Makin Suka Nongkrong di Ruang Publik, Bukan Cuma Kafe

    Anak Jakarta Makin Suka Nongkrong di Ruang Publik, Bukan Cuma Kafe

    Ketika Terhubung Tak Lagi Berarti Dekat

    Ketika Terhubung Tak Lagi Berarti Dekat

    Seni Melepas: Ketika Berdamai dengan yang Tak Lagi Tinggal

    Seni Melepas: Ketika Berdamai dengan yang Tak Lagi Tinggal

    Guruh Soekarnoputra: Dari Istana, Panggung Seni, hingga Parlemen

    Guruh Soekarnoputra: Dari Istana, Panggung Seni, hingga Parlemen

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Olahraga
  • SainTek
  • Ruang Budaya
  • Syaria News
    Investasi Data Center Memburu Indonesia, Air Bersih Warga Jangan Jadi Taruhan

    Investasi Data Center Memburu Indonesia, Air Bersih Warga Jangan Jadi Taruhan

    Di Balik Ledakan AI, Ada Krisis Air yang Mengintai

    Di Balik Ledakan AI, Ada Krisis Air yang Mengintai

    BRIN

    Spesies baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi Ditemukan

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    demo buruh

    UMP Jakarta 2026 Lebih Rendah dari Bekasi dan Karawang, Said Iqbal: Tak Mencerminkan Kebutuhan Hidup Layak

    Hengky Wijaya, Anggota Komisi C DPRD DKI dari FPKB

    PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Kilas Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Utama
  • Nusantara
    • Nusantara
      • Politik
        Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Tercoreng Dugaan Massa Bayaran, Polda Metro Minta Maaf

        Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Tercoreng Dugaan Massa Bayaran, Polda Metro Minta Maaf

        Putusan MA soal Suket Gibran, PKB Siapkan Langkah Politik di DPR

        Putusan MA soal Suket Gibran, PKB Siapkan Langkah Politik di DPR

        Hasbiallah Ilyas: Jangan Lupakan Peran Santri, Fondasi Bangsa Ada pada Generasi Muda

        Hasbiallah Ilyas: Jangan Lupakan Peran Santri, Fondasi Bangsa Ada pada Generasi Muda

        Maulid Muslimat NU di Pulo Nangka, Muhamad Lefy Dorong Kepedulian Sosial Tak Berhenti pada Seremoni

        Maulid Muslimat NU di Pulo Nangka, Muhamad Lefy Dorong Kepedulian Sosial Tak Berhenti pada Seremoni

        Heri Kustanto Gelar Bazar Sembako Murah di Kemayoran, Dorong Ketahanan Pangan Warga Jakarta

        Heri Kustanto Gelar Bazar Sembako Murah di Kemayoran, Dorong Ketahanan Pangan Warga Jakarta

        Pabrik BYD Subang Digeruduk Ormas, Menperin Dihadapkan pada Persoalan Serapan Tenaga Kerja Lokal

        Pabrik BYD Subang Digeruduk Ormas, Menperin Dihadapkan pada Persoalan Serapan Tenaga Kerja Lokal

        Ida Fauziyah: Persoalan Sampah Tak Bisa Ditunda, Kesadaran Warga Harus Diperkuat

        Ida Fauziyah: Persoalan Sampah Tak Bisa Ditunda, Kesadaran Warga Harus Diperkuat

        cak imin

        1,1 Juta Jiwa Keluar dari Kemiskinan Ekstrem, Muhaimin Kejar Target Nol Persen

        Fuadi Luthfi Ajak Warga Jakarta Selatan Berlomba Bersihkan Kampung

        Fuadi Luthfi Ajak Warga Jakarta Selatan Berlomba Bersihkan Kampung

      • Hukum
      • Pendidikan
      • Pokok dan Tokoh
      • Citizen Journalism
  • Megapolitan
  • Kilas Global
  • Lifestyle
    Hari Santri Bukan Cuma Peringatan, Garda Bangsa Punya Cara Merayakan

    Hari Santri Bukan Cuma Peringatan, Garda Bangsa Punya Cara Merayakan

    Kita Terlalu Sibuk Bertahan Hidup, Kapan Terakhir Kali Menikmati Hidup?

    Kita Terlalu Sibuk Bertahan Hidup, Kapan Terakhir Kali Menikmati Hidup?

    Sekolah Harus Kembali Jadi Rumah yang Aman, Stop Bullying Sebelum Ada Korban Jiwa

    Sekolah Harus Kembali Jadi Rumah yang Aman, Stop Bullying Sebelum Ada Korban Jiwa

    Krisis Iklim Bikin Hidup Makin Mahal, Greenpeace Tagih Kerja Nyata Pemerintah

    Krisis Iklim Bikin Hidup Makin Mahal, Greenpeace Tagih Kerja Nyata Pemerintah

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Pemerintah Diminta Tegas soal Palestina

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Pemerintah Diminta Tegas soal Palestina

    Bisakah Manusia Melawan Usia? Sains dan Islam Menjawab Mitos Anti-Aging

    Bisakah Manusia Melawan Usia? Sains dan Islam Menjawab Mitos Anti-Aging

    Anak Jakarta Makin Suka Nongkrong di Ruang Publik, Bukan Cuma Kafe

    Anak Jakarta Makin Suka Nongkrong di Ruang Publik, Bukan Cuma Kafe

    Ketika Terhubung Tak Lagi Berarti Dekat

    Ketika Terhubung Tak Lagi Berarti Dekat

    Seni Melepas: Ketika Berdamai dengan yang Tak Lagi Tinggal

    Seni Melepas: Ketika Berdamai dengan yang Tak Lagi Tinggal

    Guruh Soekarnoputra: Dari Istana, Panggung Seni, hingga Parlemen

    Guruh Soekarnoputra: Dari Istana, Panggung Seni, hingga Parlemen

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Olahraga
  • SainTek
  • Ruang Budaya
  • Syaria News
    Investasi Data Center Memburu Indonesia, Air Bersih Warga Jangan Jadi Taruhan

    Investasi Data Center Memburu Indonesia, Air Bersih Warga Jangan Jadi Taruhan

    Di Balik Ledakan AI, Ada Krisis Air yang Mengintai

    Di Balik Ledakan AI, Ada Krisis Air yang Mengintai

    BRIN

    Spesies baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi Ditemukan

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    demo buruh

    UMP Jakarta 2026 Lebih Rendah dari Bekasi dan Karawang, Said Iqbal: Tak Mencerminkan Kebutuhan Hidup Layak

    Hengky Wijaya, Anggota Komisi C DPRD DKI dari FPKB

    PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Kilas Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Harian Tanah Air
No Result
View All Result
Home Politik

Kuota Haji Dijual, Negara Disebut Rugi Rp622 Miliar: Dakwaan Jaksa terhadap Yaqut

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas didakwa mengatur kuota haji tambahan 2023-2024. Jaksa menyebut ada jemaah tanpa masa tunggu, penjualan kuota petugas, hingga fee percepatan. Total kerugian negara mencapai Rp622 miliar.

by Achi Hartoyo
August 12, 2026
in Politik, Utama
0
Kuota Haji Dijual, Negara Disebut Rugi Rp622 Miliar: Dakwaan Jaksa terhadap Yaqut

Photo by Pexels

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

HarianTanahAir.com | Jakarta – Kuota haji tambahan yang semestinya menjadi jalan keluar bagi panjangnya antrean jemaah justru menjadi sumber masalah hukum. Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas didakwa melakukan korupsi dalam pengelolaan kuota haji tambahan 2023-2024 yang disebut merugikan keuangan negara Rp622,09 miliar.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap angka itu dalam sidang perdana perkara Yaqut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Selasa, 11 Agustus 2026. Nilai kerugian tersebut mengacu pada laporan hasil pemeriksaan investigatif Badan Pemeriksa Keuangan.

“Yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu sejumlah Rp622.090.207.166,41,” kata jaksa saat membacakan dakwaan.

Perkara ini tidak sekadar berbicara tentang angka Rp622 miliar. Dakwaan jaksa menggambarkan bagaimana kuota haji (yang mestinya dikelola berdasarkan aturan dan prioritas jemaah) diduga menjadi ruang transaksi.

Tiga Sumber Kerugian Negara

Jaksa merinci kerugian negara menjadi tiga komponen.

Pertama, selisih penerimaan dan pengeluaran perusahaan penyelenggara ibadah haji khusus atau PIHK atas keberangkatan jemaah yang disebut seharusnya tidak berhak berangkat pada 2024. Nilainya paling besar, yakni Rp438,21 miliar.

Kedua, penerimaan PIHK dari penjualan kuota petugas haji khusus pada 2024 sebesar Rp39,95 miliar.

Ketiga, fee percepatan pengisian kuota haji khusus tambahan pada 2023 dan 2024 untuk jemaah yang disebut tidak berhak berangkat. Nilainya Rp143,91 miliar.

Jika tiga komponen itu dijumlahkan, totalnya mencapai Rp622,09 miliar.

Jaksa mendakwa Yaqut bersama mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex, Direktur Operasional PT Maktour Ismail Adham, serta Ketua Umum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba.

Menurut jaksa, pengisian kuota haji khusus tambahan dilakukan dengan memasukkan jemaah tanpa masa tunggu atau jemaah dengan masa tunggu yang tidak sesuai mekanisme. Kebijakan itu disebut bertujuan mengakomodasi permintaan asosiasi penyelenggara ibadah haji khusus.

Di titik ini, persoalan kuota berubah menjadi persoalan akses.

Sebab, bagi calon jemaah haji, masa tunggu bukan sekadar angka di atas kertas. Antrean bisa berarti bertahun-tahun menabung, menunggu usia, menjaga kesehatan, dan berharap masih diberi kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci.

Ketika kuota yang terbatas dapat dipercepat melalui fee, sistem antrean kehilangan maknanya.

Kuota Tambahan dan Kekuasaan Menteri

Jaksa juga mendakwa Yaqut mengalihkan dan mengatur pembagian kuota haji khusus tambahan 2024 sebesar 50 persen tanpa landasan kajian teknis. Pengaturan itu disebut melanggar sejumlah ketentuan mengenai administrasi pemerintahan dan penyelenggaraan ibadah haji.

Dalam dakwaan, Yaqut disebut memperoleh keuntungan USD271.500 atau sekitar Rp4,83 miliar berdasarkan kurs yang digunakan dalam pemberitaan. Jaksa juga menyebut perkara tersebut memperkaya pihak lain, termasuk 313 korporasi PIHK.

Namun angka keuntungan pribadi Yaqut jauh lebih kecil dibandingkan total kerugian negara yang didakwakan.

Perbedaan angka itu justru memperlihatkan bahwa perkara ini bukan hanya soal apakah seorang pejabat menerima uang atau tidak. Persoalan utamanya adalah konsekuensi dari keputusan dalam mengelola kuota yang jumlahnya terbatas.

Kerugian terbesar, menurut dakwaan, berasal dari jemaah yang disebut tidak semestinya memperoleh kuota dan transaksi yang muncul dari pengelolaan kuota tersebut.

Kuota haji akhirnya bukan lagi sekadar soal siapa yang berangkat.

Ia menjadi soal siapa yang mendapat prioritas.

Tim hukum Yaqut telah mempertanyakan konstruksi kerugian negara Rp622 miliar tersebut. Penasihat hukum Yaqut, Mellisa Anggraini, menilai perhitungan itu perlu diuji dalam persidangan. Ia juga mempertanyakan persoalan penyerapan kuota tambahan, termasuk keterbatasan waktu ketika kuota tambahan diberikan.

Yaqut sendiri membantah menerima uang dalam perkara tersebut. Bantahan itu akan diuji bersama seluruh dalil jaksa dalam persidangan.

Karena itu, angka Rp622 miliar belum menjadi putusan. Ia masih merupakan kerugian negara sebagaimana didakwakan jaksa dan harus dibuktikan di hadapan majelis hakim.

Tetapi perkara ini telah membuka pertanyaan yang lebih besar tentang tata kelola haji.

Ketika negara memperoleh kuota tambahan, siapa yang berhak menentukan penerimanya? Ketika antrean jemaah berlangsung bertahun-tahun, apakah uang dapat mempercepat keberangkatan? Dan ketika kuota menjadi barang langka, seberapa kuat sistem pengawasannya agar kewenangan tidak berubah menjadi transaksi?

Pertanyaan-pertanyaan itu kini ikut menunggu jawaban di ruang sidang.

Bukan hanya untuk Yaqut.

Melainkan untuk cara negara mengelola ibadah yang setiap tahun ditunggu jutaan orang.

Achi Hartoyo

Achi Hartoyo

Next Post
jalur sepeda di dki jakarta

Fuadi Luthfi Tolak Wacana Hapus Jalur Sepeda Jakarta: Jangan Korbankan Lingkungan demi Lebar Jalan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Parkir Liar Berujung Kekerasan di Bulungan, Siapa yang Berhak Menguasai Trotoar Jakarta?

Parkir Liar Berujung Kekerasan di Bulungan, Siapa yang Berhak Menguasai Trotoar Jakarta?

3 weeks ago
131 Bidang Tanah Warga Jakarta Belum Bersertifikat Sejak 2001, Pansus PTSL Turun Tangan

131 Bidang Tanah Warga Jakarta Belum Bersertifikat Sejak 2001, Pansus PTSL Turun Tangan

1 month ago

Popular News

    Connect with us

    Newsletter

    Dapatkan berita terbaru, Informasi terkini dan kabar menarik langsung di email Anda. Berlangganan Newslatter kami agar tidak ketinggalan update penting tiap hari.

    Category

    • Kilas Bisnis
    • Kilas Global
    • Lifestyle
    • Megapolitan
    • Nusantara
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Ruang Budaya
    • SainTek
    • Syaria News
    • Utama

    About Us

    HarianTanahAir.com adalah situs berita dan informasi yang menghadirkan kabar terbaru, aktual, dan relevan untuk pembaca.

    • About
    • Advertise
    • Careers
    • Hubungi Kami
    • Newsletter

    ©HarianTanahAir.Com_2026

    No Result
    View All Result
    • HarianTanahAir.Com
    • Utama
    • Kilas Global
    • Megapolitan
    • Syaria News
    • Olahraga
    • Politik
    • Lifestyle
    • SainTek

    ©HarianTanahAir.Com_2026

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In