HARIANTANAHAIR.COM I JAKARTA — Politik, bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tak semestinya berhenti di gedung parlemen. Dari lingkungan RT, partai ini berupaya memperkuat struktur yang menjadi mata dan telinga bagi persoalan warga.
Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Hasbiallah Ilyas melantik pengurus Koordinator RT (Korte) dan Koordinator Wilayah (Korwe) PKB 02 Cakung Timur, Jakarta Timur, pada Ahad, 6 September 2026. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi PKB hingga tingkat lingkungan.
Hasbiallah menekankan agar struktur yang baru dilantik tidak sekadar menjadi perangkat organisasi. Mereka dituntut hadir di tengah masyarakat, mendengar persoalan warga, sekaligus memperjuangkan kepentingan mereka.
Pesan itu menempatkan Korte dan Korwe bukan hanya sebagai mesin politik, melainkan sebagai simpul pelayanan di tingkat paling bawah. Sebab, persoalan warga kerap muncul jauh sebelum sampai ke meja pemerintah atau ruang sidang parlemen: soal administrasi, pendidikan, pekerjaan, bantuan sosial, hingga kebutuhan dasar di lingkungan.
Penguatan struktur sampai tingkat RT juga memperlihatkan bagaimana PKB ingin menjaga hubungan politiknya dengan warga agar tidak bersifat musiman. Politik tidak hanya hadir ketika pemilu mendekat, tetapi bekerja melalui jaringan yang berada di lingkungan tempat warga sehari-hari beraktivitas.
Dari Cakung Timur, gagasan itu hendak ditegaskan: politik harus dimulai dari mendengar. Struktur partai di tingkat lingkungan menjadi pintu pertama untuk mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Bagi PKB Jakarta, keberadaan Korte dan Korwe karena itu bukan semata soal memperbanyak struktur. Lebih jauh, ia menjadi upaya membangun politik yang bekerja dari bawah—dari lingkungan terkecil, membawa aspirasi warga ke tingkat yang lebih tinggi, hingga ke parlemen.
Sebab, ketika politik hanya sibuk berbicara dari atas, ada risiko suara warga di bawah tak pernah benar-benar terdengar.



























