• About
  • Advertise
  • Careers
  • Hubungi Kami
  • Newsletter
Friday, September 18, 2026
  • Login
Harian Tanah Air
Advertisement
  • Utama
  • Nusantara
    • Nusantara
      • Politik
        Desil Bansos Tak Bisa Dipukul Rata, DPRD DKI Soroti Mahalnya Hidup di Jakarta

        Desil Bansos Tak Bisa Dipukul Rata, DPRD DKI Soroti Mahalnya Hidup di Jakarta

        DPRD DKI Setujui Perubahan APBD 2026 Rp79,56 Triliun, Tinggal Tunggu Paripurna

        DPRD DKI Setujui Perubahan APBD 2026 Rp79,56 Triliun, Tinggal Tunggu Paripurna

        Hasbiallah Ilyas Buka Musancab PKB Jakarta Pusat, Konsolidasi Mesin Partai Menuju Pemilu

        Hasbiallah Ilyas Buka Musancab PKB Jakarta Pusat, Konsolidasi Mesin Partai Menuju Pemilu

        Ber-NU Tanpa Ber-PBNU: Ironi NU Memasuki Abad Kedua, Kritik Gus Lilur Menggema Pasca Muktamar ke-35

        Ber-NU Tanpa Ber-PBNU: Ironi NU Memasuki Abad Kedua, Kritik Gus Lilur Menggema Pasca Muktamar ke-35

        Survei PPI: Elektabilitas PKB Sudah Masuk Empat Besar

        PKB Masuk Tiga Besar Partai dengan Pemilih Paling Loyal

        PKB Jakarta Selatan Susun Mesin Partai Lima Tahun ke Depan, DPAC Resmi Ditetapkan

        PKB Jakarta Selatan Susun Mesin Partai Lima Tahun ke Depan, DPAC Resmi Ditetapkan

        21 Ribu Aspirasi Masuk DPRD DKI, Jangan Sampai Reses Berakhir di Atas Kertas

        21 Ribu Aspirasi Masuk DPRD DKI, Jangan Sampai Reses Berakhir di Atas Kertas

        Desil Salah Baca Warga Jakarta, Bantuan Sosial Bisa Terputus

        Desil Salah Baca Warga Jakarta, Bantuan Sosial Bisa Terputus

        Gus Lilur: PBNU Bukan PWNU Jatim, Gus Kikin Diminta Pilih Pengurus Berdasarkan Kapasitas

        Gus Lilur: PBNU Bukan PWNU Jatim, Gus Kikin Diminta Pilih Pengurus Berdasarkan Kapasitas

      • Hukum
      • Pendidikan
      • Pokok dan Tokoh
      • Citizen Journalism
  • Megapolitan
  • Kilas Global
  • Lifestyle
    Kalau HP Mati Saat Bencana, Keluarga Harus Bertemu di Mana?

    Kalau HP Mati Saat Bencana, Keluarga Harus Bertemu di Mana?

    Jakarta Tiba-tiba Darurat, Apa yang Harus Ada di Emergency Bag?

    Jakarta Tiba-tiba Darurat, Apa yang Harus Ada di Emergency Bag?

    Desil Warga Mendadak Naik, Data Pemerintah yang Bermasalah atau Rakyat yang Mendadak Sejahtera?

    Desil Warga Mendadak Naik, Data Pemerintah yang Bermasalah atau Rakyat yang Mendadak Sejahtera?

    Anak Muda Melek Digital, Tapi Mengapa Masih Mudah Terjerat Pinjol dan Judi Online?

    Anak Muda Melek Digital, Tapi Mengapa Masih Mudah Terjerat Pinjol dan Judi Online?

    Sampah Tak Sekadar Dibuang, Fraksi PKB Dorong Warga Nikmati Nilai Ekonominya

    Sampah Tak Sekadar Dibuang, Fraksi PKB Dorong Warga Nikmati Nilai Ekonominya

    Kalau Tak Punya Uang, Anak Muda Jakarta Mau ke Mana?

    Kalau Tak Punya Uang, Anak Muda Jakarta Mau ke Mana?

    Gen Z Ditolak Perusahaan Bukan karena Tak Pintar, tapi Karena Satu Hal Ini

    Gen Z Ditolak Perusahaan Bukan karena Tak Pintar, tapi Karena Satu Hal Ini

    Jakarta Boleh Jadi Kota Global, Tapi Jangan Sampai Warganya Cuma Jadi Penonton

    Jakarta Boleh Jadi Kota Global, Tapi Jangan Sampai Warganya Cuma Jadi Penonton

    Merdeka Itu ketika Orang Biasa Bisa Punya Masa Depan

    Merdeka Itu ketika Orang Biasa Bisa Punya Masa Depan

    Desil dan Ilusi Kelas Menengah Indonesia

    Desil dan Ilusi Kelas Menengah Indonesia

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Olahraga
  • SainTek
  • Ruang Budaya
  • Syaria News
    BRIN

    Spesies baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi Ditemukan

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    demo buruh

    UMP Jakarta 2026 Lebih Rendah dari Bekasi dan Karawang, Said Iqbal: Tak Mencerminkan Kebutuhan Hidup Layak

    Hengky Wijaya, Anggota Komisi C DPRD DKI dari FPKB

    PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

    Pemerintah Kaji Kenaikan Gaji ASN 2026, Menpan RB Temui Menkeu Bahas Prioritas Anggaran

    Pemerintah Kaji Kenaikan Gaji ASN 2026, Menpan RB Temui Menkeu Bahas Prioritas Anggaran

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Kilas Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Utama
  • Nusantara
    • Nusantara
      • Politik
        Desil Bansos Tak Bisa Dipukul Rata, DPRD DKI Soroti Mahalnya Hidup di Jakarta

        Desil Bansos Tak Bisa Dipukul Rata, DPRD DKI Soroti Mahalnya Hidup di Jakarta

        DPRD DKI Setujui Perubahan APBD 2026 Rp79,56 Triliun, Tinggal Tunggu Paripurna

        DPRD DKI Setujui Perubahan APBD 2026 Rp79,56 Triliun, Tinggal Tunggu Paripurna

        Hasbiallah Ilyas Buka Musancab PKB Jakarta Pusat, Konsolidasi Mesin Partai Menuju Pemilu

        Hasbiallah Ilyas Buka Musancab PKB Jakarta Pusat, Konsolidasi Mesin Partai Menuju Pemilu

        Ber-NU Tanpa Ber-PBNU: Ironi NU Memasuki Abad Kedua, Kritik Gus Lilur Menggema Pasca Muktamar ke-35

        Ber-NU Tanpa Ber-PBNU: Ironi NU Memasuki Abad Kedua, Kritik Gus Lilur Menggema Pasca Muktamar ke-35

        Survei PPI: Elektabilitas PKB Sudah Masuk Empat Besar

        PKB Masuk Tiga Besar Partai dengan Pemilih Paling Loyal

        PKB Jakarta Selatan Susun Mesin Partai Lima Tahun ke Depan, DPAC Resmi Ditetapkan

        PKB Jakarta Selatan Susun Mesin Partai Lima Tahun ke Depan, DPAC Resmi Ditetapkan

        21 Ribu Aspirasi Masuk DPRD DKI, Jangan Sampai Reses Berakhir di Atas Kertas

        21 Ribu Aspirasi Masuk DPRD DKI, Jangan Sampai Reses Berakhir di Atas Kertas

        Desil Salah Baca Warga Jakarta, Bantuan Sosial Bisa Terputus

        Desil Salah Baca Warga Jakarta, Bantuan Sosial Bisa Terputus

        Gus Lilur: PBNU Bukan PWNU Jatim, Gus Kikin Diminta Pilih Pengurus Berdasarkan Kapasitas

        Gus Lilur: PBNU Bukan PWNU Jatim, Gus Kikin Diminta Pilih Pengurus Berdasarkan Kapasitas

      • Hukum
      • Pendidikan
      • Pokok dan Tokoh
      • Citizen Journalism
  • Megapolitan
  • Kilas Global
  • Lifestyle
    Kalau HP Mati Saat Bencana, Keluarga Harus Bertemu di Mana?

    Kalau HP Mati Saat Bencana, Keluarga Harus Bertemu di Mana?

    Jakarta Tiba-tiba Darurat, Apa yang Harus Ada di Emergency Bag?

    Jakarta Tiba-tiba Darurat, Apa yang Harus Ada di Emergency Bag?

    Desil Warga Mendadak Naik, Data Pemerintah yang Bermasalah atau Rakyat yang Mendadak Sejahtera?

    Desil Warga Mendadak Naik, Data Pemerintah yang Bermasalah atau Rakyat yang Mendadak Sejahtera?

    Anak Muda Melek Digital, Tapi Mengapa Masih Mudah Terjerat Pinjol dan Judi Online?

    Anak Muda Melek Digital, Tapi Mengapa Masih Mudah Terjerat Pinjol dan Judi Online?

    Sampah Tak Sekadar Dibuang, Fraksi PKB Dorong Warga Nikmati Nilai Ekonominya

    Sampah Tak Sekadar Dibuang, Fraksi PKB Dorong Warga Nikmati Nilai Ekonominya

    Kalau Tak Punya Uang, Anak Muda Jakarta Mau ke Mana?

    Kalau Tak Punya Uang, Anak Muda Jakarta Mau ke Mana?

    Gen Z Ditolak Perusahaan Bukan karena Tak Pintar, tapi Karena Satu Hal Ini

    Gen Z Ditolak Perusahaan Bukan karena Tak Pintar, tapi Karena Satu Hal Ini

    Jakarta Boleh Jadi Kota Global, Tapi Jangan Sampai Warganya Cuma Jadi Penonton

    Jakarta Boleh Jadi Kota Global, Tapi Jangan Sampai Warganya Cuma Jadi Penonton

    Merdeka Itu ketika Orang Biasa Bisa Punya Masa Depan

    Merdeka Itu ketika Orang Biasa Bisa Punya Masa Depan

    Desil dan Ilusi Kelas Menengah Indonesia

    Desil dan Ilusi Kelas Menengah Indonesia

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Olahraga
  • SainTek
  • Ruang Budaya
  • Syaria News
    BRIN

    Spesies baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi Ditemukan

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    demo buruh

    UMP Jakarta 2026 Lebih Rendah dari Bekasi dan Karawang, Said Iqbal: Tak Mencerminkan Kebutuhan Hidup Layak

    Hengky Wijaya, Anggota Komisi C DPRD DKI dari FPKB

    PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

    Pemerintah Kaji Kenaikan Gaji ASN 2026, Menpan RB Temui Menkeu Bahas Prioritas Anggaran

    Pemerintah Kaji Kenaikan Gaji ASN 2026, Menpan RB Temui Menkeu Bahas Prioritas Anggaran

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Kilas Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Harian Tanah Air
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Pelan di Tengah Jakarta yang Berlari

Ketika Slow Living menjadi Kemewahan Baru

by Mas Achi
July 16, 2026
in Lifestyle, Utama
0
Pelan di Tengah Jakarta yang Berlari

Photo by Pexels

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

HarianTanahAir | Jakarta — Jakarta tidak pernah benar-benar tidur. Pukul lima pagi, kereta rel listrik sudah penuh. Jalan tol mulai memadat sebelum matahari naik sempurna. Notifikasi pekerjaan berdatangan bahkan sebelum secangkir kopi pertama habis. Di kota ini, waktu bukan lagi sekadar penunjuk jam. Ia berubah menjadi mata uang yang selalu terasa kurang.

Namun, di tengah ritme yang nyaris tak memberi jeda itu, lahir sebuah paradoks. Semakin cepat kota bergerak, semakin banyak orang yang justru ingin memperlambat hidupnya. Mereka menyebutnya slow living.

Bukan berarti pindah ke desa, meninggalkan pekerjaan, atau memutus semua media sosial. Slow living justru lahir di jantung kota, di apartemen mungil, di rumah-rumah pinggiran Jabodetabek, di sela perjalanan kereta, bahkan di bangku taman yang tersisa di antara gedung-gedung tinggi. Gerakan ini bukan tren yang muncul dari kemewahan, melainkan dari kelelahan.

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah burnout, hustle culture, hingga soft living semakin akrab di telinga generasi muda Indonesia. Psikolog melihat tekanan karier, ekspektasi sosial, serta media sosial membuat banyak pekerja muda merasa harus terus produktif agar tidak tertinggal.

Di Jakarta, tekanan itu memiliki wajah yang lebih nyata. Bukan hanya target pekerjaan yang mengejar, melainkan juga perjalanan menuju kantor yang menghabiskan sebagian besar energi. Sebuah penelitian yang terbit pada 2026 dalam Psychological Research on Urban Society menemukan bahwa stres akibat perjalanan menuju tempat kerja berhubungan langsung dengan meningkatnya burnout dan menurunnya kepuasan kerja pada para komuter kawasan perkotaan, terutama Jabodetabek.

Artinya, sebagian orang sudah merasa lelah bahkan sebelum mulai bekerja.

Di dalam gerbong KRL pagi hari, pemandangan itu mudah ditemukan. Seseorang membaca novel tipis sambil berdiri. Yang lain mendengarkan musik tanpa membuka media sosial. Ada pula yang memilih menatap keluar jendela, membiarkan sawah terakhir di pinggir kota berganti menjadi tembok beton dan deretan apartemen. Bagi mereka, perjalanan satu jam bukan lagi waktu yang harus “dibunuh”. Ia menjadi ruang untuk mengambil kembali sesuatu yang selama ini hilang: keheningan.

Slow living memang sering disalahpahami sebagai hidup lambat. Padahal, esensinya bukan memperlambat kecepatan, melainkan mengembalikan kesadaran. Seseorang tetap bisa bekerja delapan jam sehari, menghadiri rapat, mengejar tenggat, lalu memilih pulang tepat waktu. Ia tetap produktif, tetapi tidak membiarkan seluruh identitasnya ditentukan oleh pekerjaan.

Dalam budaya modern, produktivitas sering dipuja sebagai ukuran keberhasilan. Semakin sibuk seseorang terlihat, semakin tinggi nilainya di mata sosial. Kesibukan berubah menjadi simbol status. Padahal tubuh manusia tidak pernah dirancang untuk hidup dalam mode darurat setiap hari.

Fenomena ini juga mengubah cara orang menikmati kota. Jika dahulu akhir pekan identik dengan pusat perbelanjaan, kini semakin banyak warga memilih berjalan kaki di taman kota, mengikuti kelas yoga, bersepeda, merawat tanaman, memasak sendiri, atau sekadar membaca buku di kedai kopi kecil. Yang dicari bukan lagi tempat paling ramai, melainkan ruang yang memungkinkan mereka bernapas.

Di media sosial, estetika slow living memang sering tampil sebagai meja kayu minimalis, kopi manual brew, tanaman monstera, dan cahaya matahari pagi yang masuk melalui jendela besar. Namun, gambaran itu sesungguhnya hanya kulit luar. Hakikat slow living jauh lebih sederhana: makan tanpa tergesa-gesa, mematikan ponsel satu jam sebelum tidur, berjalan kaki tanpa tujuan tertentu, mengobrol tanpa sesekali melihat layar, atau melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu. Hal-hal yang terdengar biasa, tetapi menjadi semakin langka di kota yang memuja multitasking.

Ironisnya, semakin modern sebuah kota, semakin mahal harga ketenangan. Di Jakarta, ruang untuk melambat tidak selalu tersedia. Trotoar belum seluruhnya nyaman dilalui. Ruang terbuka hijau masih terbatas. Perjalanan harian yang panjang mengurangi waktu bersama keluarga. Bahkan ketika sampai di rumah, pekerjaan sering ikut pulang melalui layar telepon genggam.

Data dan berbagai kajian menunjukkan panjangnya perjalanan komuter menjadi salah satu sumber utama konflik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Banyak warga Jabodetabek menghabiskan lebih dari satu hingga dua jam untuk sekali perjalanan menuju tempat kerja. Dalam kondisi seperti itu, slow living berubah menjadi kemewahan baru. Bukan karena membutuhkan uang banyak, melainkan karena membutuhkan sesuatu yang jauh lebih sulit diperoleh: waktu.

Di berbagai negara, konsep ini berkembang sebagai kritik terhadap budaya bekerja tanpa henti. Di Indonesia, ia menemukan bentuknya sendiri. Ada yang mulai membawa bekal dari rumah bukan semata untuk berhemat, tetapi agar makan siang tidak tergesa. Ada yang memilih naik transportasi umum sambil membaca buku. Ada yang sengaja tidak membuka email kantor setelah jam kerja. Pilihan-pilihan kecil itu mungkin tidak mengubah Jakarta, tetapi perlahan mengubah cara seseorang hidup di dalamnya.

Karena pada akhirnya, yang melelahkan bukan hanya kemacetan atau tumpukan pekerjaan. Yang paling menguras tenaga adalah perasaan bahwa hidup harus selalu berlari.

Jakarta akan terus tumbuh. Gedung baru akan berdiri. Jalan layang bertambah. Jalur kereta diperpanjang. Teknologi membuat pekerjaan semakin cepat diselesaikan. Namun, ada satu pertanyaan yang tetap menggantung: apakah hidup yang semakin efisien otomatis menjadi semakin bermakna?

Mungkin tidak.

Barangkali kemewahan terbesar di kota masa depan bukan lagi apartemen tertinggi, mobil listrik terbaru, atau gawai paling canggih. Melainkan kemampuan untuk sarapan tanpa terburu-buru, menyelesaikan pekerjaan tanpa kehilangan kesehatan mental, pulang sebelum langit benar-benar gelap, lalu menikmati secangkir teh hangat tanpa merasa bersalah karena tidak sedang menghasilkan sesuatu.

Di kota yang terus berlari, barangkali itulah bentuk paling sunyi dari sebuah kemewahan: memiliki waktu untuk benar-benar hidup.

*Achi Hartoyo

Mas Achi

Mas Achi

Next Post
Jakarta Menuju Kota Global, tapi Sudahkah Warganya Merasa Tinggal di Kota Global?

Jakarta Menuju Kota Global, tapi Sudahkah Warganya Merasa Tinggal di Kota Global?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Prabowo di Harlah ke-28 PKB: “Prabowonomics” Bukan Gagasan Baru

Prabowo di Harlah ke-28 PKB: “Prabowonomics” Bukan Gagasan Baru

2 months ago
F-PKB Desak Investigasi Total Tragedi Tiga Pekerja Proyek PAM Jaya yang Tewas di TMII

F-PKB Desak Investigasi Total Tragedi Tiga Pekerja Proyek PAM Jaya yang Tewas di TMII

2 months ago

Popular News

    Connect with us

    Newsletter

    Dapatkan berita terbaru, Informasi terkini dan kabar menarik langsung di email Anda. Berlangganan Newslatter kami agar tidak ketinggalan update penting tiap hari.

    Category

    • Kilas Bisnis
    • Kilas Global
    • Lifestyle
    • Megapolitan
    • Nusantara
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Ruang Budaya
    • SainTek
    • Syaria News
    • Utama

    About Us

    HarianTanahAir.com adalah situs berita dan informasi yang menghadirkan kabar terbaru, aktual, dan relevan untuk pembaca.

    • About
    • Advertise
    • Careers
    • Hubungi Kami
    • Newsletter

    ©HarianTanahAir.Com_2026

    No Result
    View All Result
    • HarianTanahAir.Com
    • Utama
    • Kilas Global
    • Megapolitan
    • Syaria News
    • Olahraga
    • Politik
    • Lifestyle
    • SainTek

    ©HarianTanahAir.Com_2026

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In