HarianTanahAir | Jakarta – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD DKI Jakarta meminta aparat penegak hukum dan seluruh instansi terkait memperketat pengawasan terhadap praktik home industry ilegal yang memproduksi narkotika. Desakan itu mengemuka setelah kepolisian membongkar pabrik rumahan pembuat etomidate di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, dan menangkap seorang warga negara Singapura yang diduga menjadi peracik utama.
PKB menilai terbongkarnya laboratorium narkotika di kawasan permukiman elite menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkoba terus beradaptasi dengan memanfaatkan rumah tinggal sebagai lokasi produksi. Karena itu, pengawasan tidak boleh hanya berfokus pada jalur distribusi, tetapi juga harus menyasar aktivitas produksi ilegal sejak dini.
“Kasus ini harus menjadi alarm serius. Negara tidak boleh kalah cepat dari jaringan narkotika yang semakin canggih menyamarkan aktivitasnya. Pengawasan terhadap home industry ilegal harus diperketat, baik oleh aparat penegak hukum, pemerintah daerah, maupun instansi yang memiliki kewenangan pengawasan,” kata PKB dalam keterangannya.
PKB juga meminta koordinasi antarlembaga, mulai dari kepolisian, Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga pemerintah daerah diperkuat agar mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan, terutama di kawasan permukiman yang berpotensi disalahgunakan sebagai lokasi produksi narkoba.
Menurut PKB, keberhasilan aparat membongkar pabrik rumahan tersebut patut diapresiasi. Namun, pengungkapan satu kasus tidak boleh membuat negara lengah karena masih terbuka kemungkinan adanya jaringan lain dengan pola operasi serupa.
Selain pengawasan, PKB mendesak agar para pelaku dijerat dengan hukuman seberat-beratnya sesuai ketentuan perundang-undangan. Langkah itu dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus mengirim pesan bahwa negara tidak memberi ruang bagi kejahatan narkotika.
“Pelaku harus dihukum secara tegas dan maksimal. Jangan sampai ada celah yang membuat kejahatan seperti ini kembali berulang. Peredaran narkoba bukan hanya tindak pidana, tetapi ancaman serius terhadap masa depan generasi muda,” ujar PKB.
Sebelumnya, Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Bea Cukai membongkar sebuah home industry pembuat narkotika jenis etomidate di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Dari lokasi tersebut, petugas menyita ribuan cartridge pods siap edar, bahan baku etomidate, serta peralatan produksi yang dirancang menyerupai laboratorium mini. Seorang warga negara Singapura berinisial LHM (34) ditangkap dan diduga berperan sebagai peracik atau “koki” dalam proses produksi narkotika tersebut. Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan dan kemungkinan peredaran yang lebih luas.



























