HarianTanahAir.com | Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin melontarkan kritik terhadap stagnasi kekuatan ekonomi warga Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, selama hampir dua dekade, pertumbuhan pengusaha NU belum menunjukkan lompatan berarti. Kondisi itu dinilai menjadi alarm bahwa pendekatan ekonomi lama tak lagi memadai.
Dalam pidatonya pada rangkaian Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7), Cak Imin mengatakan PKB tengah menyiapkan “jalan ekonomi baru” sebagai strategi memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, terutama kalangan nahdliyin.
Ia menyebut Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada segelintir kelompok usaha besar. Basis ekonomi rakyat, menurutnya, harus diperkuat melalui akses permodalan, jaringan bisnis, inovasi, hingga penguasaan teknologi.
“Kita harus membangun jalan ekonomi baru,” kata Cak Imin dalam pidatonya.
Menurut dia, besarnya jumlah warga NU belum berbanding lurus dengan kekuatan ekonominya. Padahal, NU memiliki modal sosial yang sangat besar, mulai dari jaringan pesantren, lembaga pendidikan, hingga jutaan pelaku usaha mikro yang tersebar di berbagai daerah.
Dua Dekade yang Belum Mengubah Peta Ekonomi
Cak Imin menilai perkembangan pengusaha NU dalam hampir 20 tahun terakhir berjalan terlalu lambat. Ia menyebut berbagai forum, organisasi, hingga gerakan kewirausahaan telah lahir, tetapi dampaknya belum cukup mengubah struktur ekonomi warga NU secara signifikan.
Karena itu, PKB ingin mendorong transformasi yang lebih konkret. Fokusnya bukan sekadar melahirkan lebih banyak pengusaha, melainkan membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung, mulai dari produksi, pembiayaan, distribusi, hingga pasar.
Menurutnya, kekuatan ekonomi tidak dapat dibangun secara individual. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, pesantren, koperasi, dan komunitas bisnis agar pelaku usaha kecil mampu naik kelas.
Gagasan tersebut juga diposisikan sebagai bagian dari agenda besar PKB dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dari bawah. Bagi Cak Imin, pertumbuhan ekonomi akan lebih kokoh apabila bertumpu pada masyarakat luas, bukan hanya pada konsentrasi modal di kelompok tertentu.
PKB Ingin Menjadi Mesin Penggerak Ekonomi Rakyat
Melalui konsep jalan ekonomi baru, PKB ingin memperluas peran politiknya, tidak berhenti pada fungsi legislasi maupun kontestasi elektoral. Partai berlambang bola dunia dan sembilan bintang itu juga ingin hadir sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Cak Imin menegaskan, politik seharusnya menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya melalui peningkatan kesejahteraan, terbukanya lapangan kerja, dan lahirnya pengusaha-pengusaha baru dari kalangan akar rumput.
Ia memandang potensi ekonomi warga NU sesungguhnya sangat besar. Dengan jumlah anggota yang mencapai puluhan juta orang, jaringan pesantren yang luas, serta basis UMKM yang kuat, NU dinilai memiliki modal untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional.
Namun, potensi tersebut, menurutnya, memerlukan desain pembangunan yang lebih terarah agar tidak berhenti sebagai kekuatan sosial semata.
Pernyataan Cak Imin itu sekaligus menjadi sinyal bahwa PKB ingin menempatkan agenda ekonomi rakyat sebagai salah satu poros utama perjuangan politiknya pada tahun-tahun mendatang. Di tengah tantangan perlambatan ekonomi global dan ketatnya persaingan usaha, PKB menilai penguatan ekonomi berbasis komunitas menjadi salah satu jalan untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional.
*Achi Hartoyo



























