• About
  • Advertise
  • Careers
  • Hubungi Kami
  • Newsletter
Monday, November 2, 2026
  • Login
Harian Tanah Air
Advertisement
  • Utama
  • Nusantara
    • Nusantara
      • Politik
        Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Tercoreng Dugaan Massa Bayaran, Polda Metro Minta Maaf

        Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Tercoreng Dugaan Massa Bayaran, Polda Metro Minta Maaf

        Putusan MA soal Suket Gibran, PKB Siapkan Langkah Politik di DPR

        Putusan MA soal Suket Gibran, PKB Siapkan Langkah Politik di DPR

        Hasbiallah Ilyas: Jangan Lupakan Peran Santri, Fondasi Bangsa Ada pada Generasi Muda

        Hasbiallah Ilyas: Jangan Lupakan Peran Santri, Fondasi Bangsa Ada pada Generasi Muda

        Maulid Muslimat NU di Pulo Nangka, Muhamad Lefy Dorong Kepedulian Sosial Tak Berhenti pada Seremoni

        Maulid Muslimat NU di Pulo Nangka, Muhamad Lefy Dorong Kepedulian Sosial Tak Berhenti pada Seremoni

        Heri Kustanto Gelar Bazar Sembako Murah di Kemayoran, Dorong Ketahanan Pangan Warga Jakarta

        Heri Kustanto Gelar Bazar Sembako Murah di Kemayoran, Dorong Ketahanan Pangan Warga Jakarta

        Pabrik BYD Subang Digeruduk Ormas, Menperin Dihadapkan pada Persoalan Serapan Tenaga Kerja Lokal

        Pabrik BYD Subang Digeruduk Ormas, Menperin Dihadapkan pada Persoalan Serapan Tenaga Kerja Lokal

        Ida Fauziyah: Persoalan Sampah Tak Bisa Ditunda, Kesadaran Warga Harus Diperkuat

        Ida Fauziyah: Persoalan Sampah Tak Bisa Ditunda, Kesadaran Warga Harus Diperkuat

        cak imin

        1,1 Juta Jiwa Keluar dari Kemiskinan Ekstrem, Muhaimin Kejar Target Nol Persen

        Fuadi Luthfi Ajak Warga Jakarta Selatan Berlomba Bersihkan Kampung

        Fuadi Luthfi Ajak Warga Jakarta Selatan Berlomba Bersihkan Kampung

      • Hukum
      • Pendidikan
      • Pokok dan Tokoh
      • Citizen Journalism
  • Megapolitan
  • Kilas Global
  • Lifestyle
    Hari Santri Bukan Cuma Peringatan, Garda Bangsa Punya Cara Merayakan

    Hari Santri Bukan Cuma Peringatan, Garda Bangsa Punya Cara Merayakan

    Kita Terlalu Sibuk Bertahan Hidup, Kapan Terakhir Kali Menikmati Hidup?

    Kita Terlalu Sibuk Bertahan Hidup, Kapan Terakhir Kali Menikmati Hidup?

    Sekolah Harus Kembali Jadi Rumah yang Aman, Stop Bullying Sebelum Ada Korban Jiwa

    Sekolah Harus Kembali Jadi Rumah yang Aman, Stop Bullying Sebelum Ada Korban Jiwa

    Krisis Iklim Bikin Hidup Makin Mahal, Greenpeace Tagih Kerja Nyata Pemerintah

    Krisis Iklim Bikin Hidup Makin Mahal, Greenpeace Tagih Kerja Nyata Pemerintah

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Pemerintah Diminta Tegas soal Palestina

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Pemerintah Diminta Tegas soal Palestina

    Bisakah Manusia Melawan Usia? Sains dan Islam Menjawab Mitos Anti-Aging

    Bisakah Manusia Melawan Usia? Sains dan Islam Menjawab Mitos Anti-Aging

    Anak Jakarta Makin Suka Nongkrong di Ruang Publik, Bukan Cuma Kafe

    Anak Jakarta Makin Suka Nongkrong di Ruang Publik, Bukan Cuma Kafe

    Ketika Terhubung Tak Lagi Berarti Dekat

    Ketika Terhubung Tak Lagi Berarti Dekat

    Seni Melepas: Ketika Berdamai dengan yang Tak Lagi Tinggal

    Seni Melepas: Ketika Berdamai dengan yang Tak Lagi Tinggal

    Guruh Soekarnoputra: Dari Istana, Panggung Seni, hingga Parlemen

    Guruh Soekarnoputra: Dari Istana, Panggung Seni, hingga Parlemen

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Olahraga
  • SainTek
  • Ruang Budaya
  • Syaria News
    Investasi Data Center Memburu Indonesia, Air Bersih Warga Jangan Jadi Taruhan

    Investasi Data Center Memburu Indonesia, Air Bersih Warga Jangan Jadi Taruhan

    Di Balik Ledakan AI, Ada Krisis Air yang Mengintai

    Di Balik Ledakan AI, Ada Krisis Air yang Mengintai

    BRIN

    Spesies baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi Ditemukan

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    demo buruh

    UMP Jakarta 2026 Lebih Rendah dari Bekasi dan Karawang, Said Iqbal: Tak Mencerminkan Kebutuhan Hidup Layak

    Hengky Wijaya, Anggota Komisi C DPRD DKI dari FPKB

    PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Kilas Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Utama
  • Nusantara
    • Nusantara
      • Politik
        Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Tercoreng Dugaan Massa Bayaran, Polda Metro Minta Maaf

        Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Tercoreng Dugaan Massa Bayaran, Polda Metro Minta Maaf

        Putusan MA soal Suket Gibran, PKB Siapkan Langkah Politik di DPR

        Putusan MA soal Suket Gibran, PKB Siapkan Langkah Politik di DPR

        Hasbiallah Ilyas: Jangan Lupakan Peran Santri, Fondasi Bangsa Ada pada Generasi Muda

        Hasbiallah Ilyas: Jangan Lupakan Peran Santri, Fondasi Bangsa Ada pada Generasi Muda

        Maulid Muslimat NU di Pulo Nangka, Muhamad Lefy Dorong Kepedulian Sosial Tak Berhenti pada Seremoni

        Maulid Muslimat NU di Pulo Nangka, Muhamad Lefy Dorong Kepedulian Sosial Tak Berhenti pada Seremoni

        Heri Kustanto Gelar Bazar Sembako Murah di Kemayoran, Dorong Ketahanan Pangan Warga Jakarta

        Heri Kustanto Gelar Bazar Sembako Murah di Kemayoran, Dorong Ketahanan Pangan Warga Jakarta

        Pabrik BYD Subang Digeruduk Ormas, Menperin Dihadapkan pada Persoalan Serapan Tenaga Kerja Lokal

        Pabrik BYD Subang Digeruduk Ormas, Menperin Dihadapkan pada Persoalan Serapan Tenaga Kerja Lokal

        Ida Fauziyah: Persoalan Sampah Tak Bisa Ditunda, Kesadaran Warga Harus Diperkuat

        Ida Fauziyah: Persoalan Sampah Tak Bisa Ditunda, Kesadaran Warga Harus Diperkuat

        cak imin

        1,1 Juta Jiwa Keluar dari Kemiskinan Ekstrem, Muhaimin Kejar Target Nol Persen

        Fuadi Luthfi Ajak Warga Jakarta Selatan Berlomba Bersihkan Kampung

        Fuadi Luthfi Ajak Warga Jakarta Selatan Berlomba Bersihkan Kampung

      • Hukum
      • Pendidikan
      • Pokok dan Tokoh
      • Citizen Journalism
  • Megapolitan
  • Kilas Global
  • Lifestyle
    Hari Santri Bukan Cuma Peringatan, Garda Bangsa Punya Cara Merayakan

    Hari Santri Bukan Cuma Peringatan, Garda Bangsa Punya Cara Merayakan

    Kita Terlalu Sibuk Bertahan Hidup, Kapan Terakhir Kali Menikmati Hidup?

    Kita Terlalu Sibuk Bertahan Hidup, Kapan Terakhir Kali Menikmati Hidup?

    Sekolah Harus Kembali Jadi Rumah yang Aman, Stop Bullying Sebelum Ada Korban Jiwa

    Sekolah Harus Kembali Jadi Rumah yang Aman, Stop Bullying Sebelum Ada Korban Jiwa

    Krisis Iklim Bikin Hidup Makin Mahal, Greenpeace Tagih Kerja Nyata Pemerintah

    Krisis Iklim Bikin Hidup Makin Mahal, Greenpeace Tagih Kerja Nyata Pemerintah

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Pemerintah Diminta Tegas soal Palestina

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta, Pemerintah Diminta Tegas soal Palestina

    Bisakah Manusia Melawan Usia? Sains dan Islam Menjawab Mitos Anti-Aging

    Bisakah Manusia Melawan Usia? Sains dan Islam Menjawab Mitos Anti-Aging

    Anak Jakarta Makin Suka Nongkrong di Ruang Publik, Bukan Cuma Kafe

    Anak Jakarta Makin Suka Nongkrong di Ruang Publik, Bukan Cuma Kafe

    Ketika Terhubung Tak Lagi Berarti Dekat

    Ketika Terhubung Tak Lagi Berarti Dekat

    Seni Melepas: Ketika Berdamai dengan yang Tak Lagi Tinggal

    Seni Melepas: Ketika Berdamai dengan yang Tak Lagi Tinggal

    Guruh Soekarnoputra: Dari Istana, Panggung Seni, hingga Parlemen

    Guruh Soekarnoputra: Dari Istana, Panggung Seni, hingga Parlemen

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Olahraga
  • SainTek
  • Ruang Budaya
  • Syaria News
    Investasi Data Center Memburu Indonesia, Air Bersih Warga Jangan Jadi Taruhan

    Investasi Data Center Memburu Indonesia, Air Bersih Warga Jangan Jadi Taruhan

    Di Balik Ledakan AI, Ada Krisis Air yang Mengintai

    Di Balik Ledakan AI, Ada Krisis Air yang Mengintai

    BRIN

    Spesies baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi Ditemukan

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    TB Hasanuddin Soroti Status Siaga 1 TNI, Dinilai Tak Relevan dengan Pola Perang Modern di Timur Tengah

    demo buruh

    UMP Jakarta 2026 Lebih Rendah dari Bekasi dan Karawang, Said Iqbal: Tak Mencerminkan Kebutuhan Hidup Layak

    Hengky Wijaya, Anggota Komisi C DPRD DKI dari FPKB

    PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Kilas Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Harian Tanah Air
No Result
View All Result
Home Opini

Putusan MK soal MBG: Saatnya Menata Ulang Anggaran Pendidikan

by redaksi
August 10, 2026
in Opini, Utama
0
Putusan MK soal MBG: Saatnya Menata Ulang Anggaran Pendidikan

Cand. DR. Ratna Dewi, M.Pd - Praktisi dan Pengaman Pendidikan | Wakil Ketua PKB Jakarta

0
SHARES
66
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Anggaran pendidikan harus benar-benar digunakan untuk membiayai dan meningkatkan kualitas pendidikan. Sementara pemenuhan gizi anak tetap harus dijalankan dengan serius melalui sumber pembiayaan yang jelas, kuat, transparan, dan berkelanjutan.

                        Oleh: Cand. Dr. Ratna Dewi, M.Pd | *

 

HarianTanahAir | Jakarta ~ Ada satu hal yang perlu kita luruskan sejak awal dalam membaca Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 40/PUU-XXIV/2026 tentang anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG): putusan ini bukan tentang memilih antara pendidikan atau makanan bergizi untuk anak.

Putusan yang dibacakan pada 30 Juli 2026 itu pada pokoknya menghendaki agar anggaran MBG yang bukan merupakan komponen utama pendidikan dipisahkan dari anggaran operasional pendidikan, paling lambat dalam APBN 2028.

Bagi saya sebagai praktisi pendidikan, putusan ini justru harus dibaca sebagai momentum penting untuk mengembalikan anggaran pendidikan pada fungsi dan mandat konstitusionalnya.

Artinya sederhana: anggaran pendidikan harus benar-benar digunakan untuk membiayai dan meningkatkan kualitas pendidikan. Sementara pemenuhan gizi anak tetap harus dijalankan dengan serius melalui sumber pembiayaan yang jelas, kuat, transparan, dan berkelanjutan.

Ini bukan soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ini soal bagaimana negara mengelola uang rakyat secara tepat sasaran.

Anak lapar memang sulit belajar

Di ruang kelas, persoalan gizi bukan sesuatu yang abstrak. Guru tahu betul bahwa anak yang datang ke sekolah dalam kondisi lapar akan lebih sulit berkonsentrasi. Mereka lebih mudah lelah, kurang fokus, dan tidak optimal mengikuti proses pembelajaran.

Karena itu, dari perspektif pendidikan, saya tidak melihat MBG sebagai program yang bertentangan dengan pendidikan.

Sebaliknya, anak yang sehat dan memperoleh asupan gizi yang baik merupakan salah satu prasyarat agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.

Dalam naskah ini, evaluasi Kemendikdasmen yang melibatkan lebih dari 1,2 juta responden murid secara nasional juga disebut menunjukkan adanya penurunan gangguan belajar akibat lapar pada sekolah penerima MBG dibandingkan sekolah yang belum menerima program tersebut.

Fakta semacam ini penting. Namun, di sinilah kita perlu belajar membedakan dua hal: hubungan antara gizi dan pendidikan dengan klasifikasi anggaran.

Gizi memang berkaitan erat dengan pendidikan. Tetapi sesuatu yang mendukung pendidikan tidak otomatis harus seluruhnya dikategorikan sebagai anggaran pendidikan. Di sinilah persoalan konstitusionalnya berada.

MK bukan menghentikan MBG

Persepsi bahwa Putusan MK berarti menghentikan program MBG juga perlu diluruskan.

Tidak demikian. Putusan tersebut mengatur agar anggaran MBG dipisahkan dari anggaran pendidikan paling lambat pada APBN 2028. Dengan demikian, pemerintah masih memiliki masa transisi untuk menyiapkan desain pembiayaan yang lebih tepat.

Menurut saya, masa transisi ini jangan hanya dipandang sebagai tenggat waktu. Ini adalah kesempatan untuk mengevaluasi MBG secara menyeluruh.

Selama ini kita mudah bertanya: berapa juta anak sudah menerima makanan? Ke depan, pertanyaan yang lebih penting adalah: apa perubahan yang terjadi setelah anak menerima makanan bergizi?

Apakah status gizinya membaik? Apakah kehadirannya meningkat? Apakah konsentrasinya dalam belajar membaik? Apakah gangguan belajar karena lapar berkurang? Apakah kesehatan anak meningkat?

Dan yang tidak kalah penting: apakah program ini benar-benar menjadi investasi bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia?

Program sebesar MBG harus dinilai berdasarkan dampaknya, bukan semata-mata berdasarkan jumlah makanan yang dibagikan.

Jangan sampai angka besar tidak terasa di ruang kelas

Di sisi lain, kita juga perlu melihat kembali persoalan anggaran pendidikan.

Anggaran pendidikan memiliki amanat konstitusional. Karena itu, penggunaannya harus memiliki hubungan yang jelas dengan penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan.

Pertanyaannya kemudian: apakah besarnya anggaran pendidikan secara nominal sudah benar-benar terasa di ruang kelas?

Kita masih menghadapi berbagai persoalan. Kualitas dan kompetensi guru masih harus terus diperkuat. Sarana dan prasarana pendidikan membutuhkan perhatian. Digitalisasi pendidikan belum selesai. Pendidikan inklusif harus diperluas. Literasi dan numerasi harus diperkuat. Layanan konseling dan pendidikan karakter juga tidak boleh diabaikan.

Artinya, tantangan pendidikan Indonesia masih sangat besar. Karena itu, jangan sampai kita memiliki angka anggaran pendidikan yang besar, tetapi dampaknya terhadap kualitas pendidikan tidak sebanding.

Anggaran pendidikan harus terlihat hasilnya dalam kualitas guru, kualitas sekolah, kualitas pembelajaran, dan kualitas lulusan.

Inilah salah satu pesan penting yang dapat kita tarik dari putusan MK. Jika anggaran MBG dipisahkan dari anggaran pendidikan, maka konsekuensinya harus jelas: anggaran pendidikan harus semakin fokus digunakan untuk pendidikan.

Pisahkan anggarannya, jangan pisahkan tujuan pembangunan manusia

Namun, ada satu hal yang juga harus kita waspadai. Pemisahan pos anggaran jangan sampai diterjemahkan sebagai pemisahan total dalam kebijakan. Pendidikan dan gizi tetap memiliki hubungan yang sangat erat.

Sekolah merupakan tempat strategis untuk membangun kebiasaan hidup sehat. Guru dapat memberikan pendidikan tentang gizi. Orang tua berperan membentuk pola makan anak. Pemerintah memiliki tanggung jawab menjamin kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Sementara sektor pendidikan memastikan anak mendapatkan pembelajaran yang berkualitas. Karena itu, yang perlu dipisahkan adalah anggaran, kewenangan, dan akuntabilitasnya. Tetapi yang harus tetap terintegrasi adalah tujuan pembangunan manusianya. Menurut saya, inilah jalan tengah yang paling rasional.

Jangan bebani MBG kepada pendidikan, tetapi jangan pula abaikan MBG

Pemerintah tentu menghadapi pekerjaan yang tidak ringan. Jika MBG tetap dijalankan dalam skala besar sementara anggarannya tidak lagi diperhitungkan sebagai bagian dari anggaran pendidikan, maka harus tersedia sumber pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan.

Ini bukan sekadar persoalan teknis Kementerian Keuangan. Ini adalah persoalan desain pembangunan manusia Indonesia.

Pemerintah harus memastikan pemisahan anggaran tidak menciptakan masalah baru: pendidikan kuat tetapi program gizi melemah, atau sebaliknya MBG kuat tetapi kebutuhan pendidikan terabaikan.

Pendidikan membutuhkan pembiayaan yang memadai. MBG juga membutuhkan pembiayaan yang memadai. Keduanya tidak perlu dipertentangkan. Yang dibutuhkan adalah tata kelola yang lebih baik.

Jangan jadikan guru sebagai korban

Ada persoalan lain yang tidak boleh luput dari perhatian: guru dan sekolah. Perubahan struktur pembiayaan jangan sampai pada akhirnya membebani sekolah dan guru.

Guru harus tetap fokus mengajar. Sekolah harus tetap fokus memberikan layanan pendidikan.

Jangan sampai sekolah dibebani terlalu banyak tugas administratif, distribusi, pelaporan, dan pengawasan program MBG tanpa dukungan sumber daya yang memadai.

Dalam implementasinya nanti harus jelas: siapa melakukan apa, siapa membiayai apa, dan siapa bertanggung jawab atas apa.

Kejelasan pembagian tugas ini penting agar kebijakan yang baik di atas kertas tidak berubah menjadi beban baru di tingkat sekolah.

MBG harus diukur sebagai investasi manusia

MBG tidak boleh berhenti sebagai program pembagian makanan. Jika dikelola dengan benar, MBG dapat menjadi salah satu instrumen pembangunan sumber daya manusia. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut, ukuran keberhasilannya harus jelas.

Misalnya, peningkatan status gizi anak, peningkatan kehadiran peserta didik, peningkatan konsentrasi belajar, peningkatan kesehatan anak, penurunan gangguan belajar akibat lapar, perbaikan pola makan, keterlibatan orang tua, keamanan pangan, efisiensi anggaran, serta transparansi dan akuntabilitas.

Dengan indikator yang terukur, masyarakat dapat melihat apakah MBG benar-benar memberikan manfaat atau sekadar menghasilkan angka distribusi.

Sebab, dalam kebijakan publik, jumlah program tidak selalu sama dengan besarnya dampak.

Jangan tunggu 2028

Putusan MK memberikan waktu hingga APBN 2028. Tetapi pemerintah tidak seharusnya menunggu sampai 2028 untuk mulai berbenah. Setidaknya ada tiga pekerjaan besar yang perlu dilakukan sejak sekarang.

Pertama, menghitung ulang kebutuhan riil pendidikan. Pemerintah harus mengetahui dengan jelas berapa kebutuhan yang sesungguhnya diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mulai dari guru, sarana-prasarana, digitalisasi, pendidikan inklusif hingga berbagai kebutuhan strategis lainnya.

Kedua, merancang sumber pembiayaan MBG yang berkelanjutan. Jika MBG akan terus dijalankan dalam skala besar, sumber pembiayaannya harus jelas dan tidak boleh bergantung pada pengurangan anggaran sektor lain.

Ketiga, membangun koordinasi lintas sektor. Pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan sosial, pemerintah daerah, dan pengelolaan keuangan negara harus bekerja dalam satu kerangka besar: pembangunan manusia Indonesia.

Pemerintah dan DPR punya pekerjaan rumah

Putusan MK sebaiknya tidak dijadikan arena untuk mempertentangkan MBG dengan pendidikan. Pemerintah perlu menjadikannya sebagai momentum memperbaiki tata kelola anggaran negara.

Pemerintah sebelumnya juga menegaskan bahwa MBG tidak mengurangi anggaran pendidikan Kemendikdasmen dan program strategis pendidikan tetap berjalan. Karena itu, setelah pemisahan anggaran diberlakukan, komitmen tersebut harus dapat dibuktikan melalui desain APBN yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

DPR pun memiliki posisi penting. Pengawasan parlemen harus memastikan setidaknya dua hal: amanat anggaran pendidikan tetap terpenuhi, dan MBG tetap memiliki pembiayaan yang memadai serta akuntabel. Jangan sampai perdebatan politik justru membuat kepentingan anak-anak menjadi korban.

Pada akhirnya, anak adalah titik temunya

Masyarakat juga perlu memahami persoalan ini secara proporsional. Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa MK melarang MBG. Tetapi jangan pula menganggap MBG harus selamanya berada di dalam anggaran pendidikan hanya karena makanan diberikan kepada anak-anak di sekolah.

Persoalannya jauh lebih mendasar: bagaimana negara menata pembiayaan agar setiap rupiah anggaran digunakan sesuai fungsi, mandat, dan pertanggungjawabannya.

Pada akhirnya, pertanyaan terbesarnya bukan pendidikan atau MBG. Pertanyaannya adalah: bagaimana negara menjamin anak Indonesia memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus gizi yang baik?

Anak yang lapar memang sulit belajar. Tetapi anak yang hanya diberi makan tanpa memperoleh pendidikan berkualitas juga tidak cukup untuk membangun masa depan bangsa.

Karena itu, pendidikan dan gizi harus dipandang sebagai dua investasi yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama: membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan produktif.

Putusan MK seharusnya menjadi momentum untuk memastikan anggaran pendidikan benar-benar digunakan untuk pendidikan, sementara MBG mendapatkan sumber pembiayaan yang mandiri, kuat, transparan, dan berkelanjutan.

Sebab pada akhirnya, yang harus kita perjuangkan bukanlah kemenangan satu program atas program lainnya. Yang harus kita menangkan adalah masa depan anak-anak Indonesia. (***)

________________

Penulis :

  • | Praktisi Pendidikan dan Pengamat Pendidikan, Wakil Ketua PKB Jakarta
Tags: #AnggaranPendidikan#GiziAnak#MasaDepanIndonesia#MBG#PembangunanSDM#PendidikanIndonesia#PutusanMK
redaksi

redaksi

Next Post
Jakarta Punya 100 Ribu Anak Tidak Sekolah, Mengapa 47 Ribu Belum Pernah Bersekolah?

Jakarta Punya 100 Ribu Anak Tidak Sekolah, Mengapa 47 Ribu Belum Pernah Bersekolah?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

PPPK

Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan 13.077 PPPK Paruh Waktu Pemprov Jateng Terima THR 2026

8 months ago
Kursi Roda dan Walker Hasil Reses Direalisasikan, Yusuf: Jangan Bikin Warga Menunggu

Kursi Roda dan Walker Hasil Reses Direalisasikan, Yusuf: Jangan Bikin Warga Menunggu

3 months ago

Popular News

    Connect with us

    Newsletter

    Dapatkan berita terbaru, Informasi terkini dan kabar menarik langsung di email Anda. Berlangganan Newslatter kami agar tidak ketinggalan update penting tiap hari.

    Category

    • Kilas Bisnis
    • Kilas Global
    • Lifestyle
    • Megapolitan
    • Nusantara
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Ruang Budaya
    • SainTek
    • Syaria News
    • Utama

    About Us

    HarianTanahAir.com adalah situs berita dan informasi yang menghadirkan kabar terbaru, aktual, dan relevan untuk pembaca.

    • About
    • Advertise
    • Careers
    • Hubungi Kami
    • Newsletter

    ©HarianTanahAir.Com_2026

    No Result
    View All Result
    • HarianTanahAir.Com
    • Utama
    • Kilas Global
    • Megapolitan
    • Syaria News
    • Olahraga
    • Politik
    • Lifestyle
    • SainTek

    ©HarianTanahAir.Com_2026

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In