HARIANTANAHAIR | Jakarta ~ Ketua Umum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menunjuk Najmi Mumtaza Rabbany sebagai Ketua Harian DPP PKB menggantikan Ais Shafiyah Asfar. Keputusan tersebut diumumkan dalam forum Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Manajemen Partai yang dihadiri jajaran pengurus pusat dan seluruh Ketua DPW PKB se-Indonesia pada Rabu, 10 Juni 2026.
Penunjukan Gus Najmi menjadi salah satu langkah penting dalam konsolidasi internal partai menjelang agenda politik nasional yang semakin dekat. Selama ini, Najmi dikenal sebagai salah satu representasi kader muda PKB yang aktif mengawal berbagai program organisasi serta terlibat dalam penguatan jaringan kepartaian di berbagai daerah.
Dalam struktur baru yang diperkenalkan PKB sejak 2024, jabatan Ketua Harian memiliki peran strategis sebagai pelaksana harian berbagai kebijakan dan program partai atas mandat ketua umum. Sebelum dipercaya menduduki posisi tersebut, Najmi menjabat sebagai Wakil Ketua Harian DPP PKB.
Regenerasi Kader Muda Jadi Prioritas
Penunjukan Gus Najmi dinilai mempertegas komitmen Cak Imin dalam mendorong regenerasi kepemimpinan di tubuh PKB. Dalam beberapa tahun terakhir, partai berlambang bola dunia itu memang mulai memberi ruang lebih luas kepada generasi muda untuk menempati posisi-posisi strategis.
Najmi menyatakan kepercayaan yang diberikan kepadanya akan dijawab melalui kerja organisasi yang lebih solid dan terukur. Ia menegaskan fokus utama kepengurusannya adalah memperkuat konsolidasi kader dari tingkat DPW, DPC, DPAC hingga kader di akar rumput.
“Komitmen Ketum Gus Muhaimin yang selalu memberi ruang bagi kaum muda akan kami jawab dengan kerja, konsolidasi, dan kemenangan PKB pada 2029,” ujar Najmi dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut dia, keterlibatan generasi muda bukan hanya penting untuk menjaga kesinambungan organisasi, tetapi juga menjadi kunci dalam memperluas basis dukungan masyarakat yang terus berubah seiring perkembangan demografi pemilih Indonesia.
Menata Mesin Partai Menuju Pemilu 2029
Di bawah kepemimpinan baru Ketua Harian, PKB diperkirakan akan mempercepat agenda penguatan struktur organisasi dan efektivitas kerja partai. Langkah tersebut dinilai penting mengingat tantangan politik menuju Pemilu 2029 akan semakin kompetitif.
Najmi menyebut penguatan tata kelola organisasi menjadi salah satu agenda utama yang akan segera dijalankan. Selain memperkuat koordinasi antarlembaga partai, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader serta modernisasi manajemen organisasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pengamat politik menilai keberadaan Ketua Harian menjadi instrumen penting dalam menjaga ritme kerja partai sehari-hari. Posisi tersebut memungkinkan ketua umum lebih fokus pada agenda strategis dan hubungan politik tingkat nasional, sementara pelaksanaan program organisasi dapat berjalan secara lebih efektif.
Bagi PKB, konsolidasi yang dilakukan sejak sekarang bukan hanya soal menjaga soliditas internal. Lebih jauh, langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan jangka panjang untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian elektoral partai pada Pemilu 2029.
Dengan masuknya figur muda seperti Gus Najmi ke posisi kunci organisasi, PKB tampaknya ingin mengirimkan pesan bahwa regenerasi bukan sekadar slogan. Partai berupaya menyiapkan generasi kepemimpinan baru yang diharapkan mampu menjawab tantangan politik sekaligus memperluas daya tarik PKB di kalangan pemilih muda.


























