HarianTanahAir.com | Jakarta – Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis (23/7) malam. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam acara yang menjadi penutup rangkaian konsolidasi nasional partai tersebut.
Kehadiran kepala negara menjadi penanda penting dalam perjalanan PKB memasuki usia ke-28. Tidak hanya Presiden, sejumlah pimpinan partai politik juga dijadwalkan hadir, memperlihatkan panggung Harlah tahun ini bukan sekadar seremoni internal, melainkan ruang pertemuan berbagai kekuatan politik nasional.
Sejak awal Juli, PKB memang merancang Harlah sebagai momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyampaian gagasan politik. Tema “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi” dipilih untuk menegaskan komitmen partai mendorong arah pembangunan ekonomi yang berpijak pada amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan diskusi publik mengenai arah ekonomi nasional, dilanjutkan berbagai agenda sosial dan olahraga, termasuk pertandingan mini soccer lintas partai yang mempertemukan kader PKB dengan politisi dari PKS, Golkar, hingga Partai Prima. Agenda tersebut menjadi simbol hubungan politik yang cair di tengah kompetisi antarkekuatan politik.
Sehari sebelum acara puncak, PKB melaksanakan pelantikan serentak 514 Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan 38 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dari seluruh Indonesia. Sebanyak sekitar 3.500 pengurus resmi dilantik dalam satu kesempatan, menjadikannya pelantikan kepengurusan terbesar sejak partai itu berdiri pada 1998.
Pada Kamis pagi, rangkaian Harlah dilanjutkan dengan Ijtima Ulama yang menghadirkan para kiai dan pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah. Forum tersebut mempertegas akar historis PKB yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama sekaligus menjaga ruang dialog antara politik dan nilai-nilai keagamaan.
Bagi PKB, usia ke-28 menjadi fase konsolidasi menuju tantangan politik berikutnya. Di tengah dinamika pemerintahan baru dan perubahan lanskap ekonomi global, partai berupaya menempatkan diri sebagai pengusung gagasan ekonomi kerakyatan yang berlandaskan konstitusi. Narasi itu terus diulang dalam berbagai forum Harlah sebagai pesan bahwa pembangunan nasional tidak cukup bertumpu pada pertumbuhan, tetapi juga harus menghadirkan pemerataan.
Acara malam di JCC diperkirakan menjadi titik kulminasi seluruh rangkaian tersebut. Selain pidato Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar, perhatian publik akan tertuju pada sambutan Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran Presiden dipandang bukan hanya sebagai penghormatan terhadap usia PKB, tetapi juga menjadi sinyal kuat mengenai pentingnya komunikasi politik antara pemerintah dan partai-partai pendukung maupun mitra koalisi dalam mengawal agenda pembangunan nasional.
*Achi Hartoyo



























