Hasbiallah Ilyas optimistis PKB mampu membawa perubahan besar bagi Jakarta jika memenangkan Pemilu. Dalam Pendidikan Kader Loyalis PKB Jakarta Timur, ia menegaskan politik adalah ibadah, memberikan empat tiket umrah kepada kader, serta mengajak memperkuat ideologi Aswaja menuju Pemilu 2029.
HarianTanahAir | Jakarta ~ Ketua DPW PKB DKI Jakarta, H. Hasbiallah Ilyas, meyakini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mampu menghadirkan perubahan besar bagi Jakarta apabila memperoleh mandat memenangkan Pemilu di Ibu Kota.
Keyakinan itu disampaikan Hasbiallah, yang akrab disapa Baba Hasbi, saat membuka Pendidikan Kader Pertama Kaderisasi Loyalis (PKPL) DPC PKB Kota Jakarta Timur di Aula Pertemuan Komplek Taman PU, Jakarta Timur, Minggu (2/8/2026).
“Kalau PKB Jakarta diberi kesempatan menang di DKI Jakarta, Jakarta akan berubah,” tegas Baba Hasbi di hadapan Peserta PKPL DPC PKB Jakarta Timur.
Menurutnya, politik bagi kader PKB bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan bagian dari ibadah dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, setiap kader harus meninggalkan warisan perjuangan, nama baik, dan manfaat yang dapat dikenang generasi berikutnya.
“Bagi PKB, hidup adalah ibadah. Hidup harus meninggalkan legacy, sejarah, dan nama baik yang bisa mengharumkan nama kita,” ujarnya.
Politik Berbasis Moral dan Tanggung Jawab
Dalam sambutannya, Baba Hasbi menegaskan bahwa karakter kader PKB dibangun di atas nilai-nilai moral dan tanggung jawab, termasuk keyakinan bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diembannya.
Dengan gaya khas yang mengundang tawa peserta, ia mengatakan bahwa kader PKB akan lebih memilih menggunakan rezekinya untuk hal-hal yang bermanfaat dibandingkan untuk berfoya-foya.
“Se-‘geblek-geblek’-nya orang PKB pasti takut mati. Kalau sukses, tidak bakal lari ke diskotik. Kalau punya uang, pasti dipakai untuk hal yang bermanfaat, misalnya berangkat umrah,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi kader, Baba Hasbi secara langsung memberikan empat tiket umrah gratis kepada kader loyalis PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5 Jakarta Timur yang dinilai telah berjuang membesarkan partai selama ini.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk komitmen PKB dalam menghormati pengabdian para kader yang bekerja tanpa lelah di akar rumput.
“Jakarta Butuh Pemimpin yang Takut Pertanggungjawaban”
Baba Hasbi juga menekankan bahwa kemajuan Jakarta sangat bergantung pada kualitas moral para pemimpinnya.
Ia berpandangan, seorang pemimpin harus memiliki kesadaran bahwa setiap kebijakan akan dipertanggungjawabkan, tidak hanya secara hukum negara tetapi juga secara spiritual.
“Jakarta akan berubah. Negara akan berhasil kalau pemimpinnya takut mati, karena sadar ada pertanggungjawaban di akhirat,” ungkapnya.
Kekuatan Aswaja Harus Didukung Politik
Dalam kesempatan tersebut, Hasbiallah mengajak seluruh kader untuk menggunakan akal sehat dan nalar kritis dalam menentukan pilihan politik, sebagaimana pesan Al-Qur’an yang mendorong umat untuk berpikir dan menggunakan akal.
Menurutnya, ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) akan semakin kuat apabila memperoleh dukungan politik yang memadai.
Ia mencontohkan bagaimana para ulama besar, termasuk Imam Syafi’i, memperoleh ruang berkembang karena adanya dukungan kekuasaan pada masanya.
Baba Hasbi juga menyinggung perjuangan politik PKB dalam mengangkat jasa para ulama.
“Contoh paling kontekstual, KH Hasyim Asy’ari baru diangkat menjadi Pahlawan Nasional setelah mendapat dukungan politik dari PKB,” katanya.
Ia juga mengingatkan sejumlah capaian kebijakan yang diperjuangkan Fraksi PKB di DPRD DKI Jakarta, seperti lahirnya Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) yang memberikan insentif bagi marbot, imam masjid, hingga guru ngaji.
Selain itu, pada masa pandemi Covid-19, Fraksi PKB juga mengusulkan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan sembako, tetapi juga memperoleh bantuan tunai sebesar Rp300 ribu.
PKB Jakarta Timur Mulai Panaskan Mesin Pemilu 2029
Sementara itu, Ketua DPC PKB Jakarta Timur yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta, M. Fuadi Luthfi, mengajak seluruh jajaran pengurus segera bergerak melakukan konsolidasi organisasi sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Menurutnya, waktu menuju pesta demokrasi berikutnya tinggal sekitar dua setengah tahun sehingga seluruh struktur partai harus mulai bekerja dari sekarang.
Fuadi juga menegaskan pentingnya memenuhi ketentuan 30 persen keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai sebagai bagian dari penguatan organisasi.
“Kita harus memastikan representasi kepengurusan 30 persen perempuan. Ini penting sebagai persiapan menuju Pemilu 2029,” ujarnya.
Ia meminta seluruh kader membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat tanpa sekat serta memperkuat citra PKB sebagai partai Islam berbasis Ahlussunnah wal Jamaah yang tetap konsisten memperjuangkan aspirasi umat.
“Rangkul semua kalangan. Yakinkan masyarakat bahwa PKB adalah partai yang terus hadir memperjuangkan kepentingan rakyat dan nilai-nilai Aswaja,” katanya.
Menutup sambutannya, Fuadi mengajak seluruh kader memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang sekaligus menyampaikan salam kepada masyarakat dari Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas, dan jajaran pengurus PKB Jakarta Timur.
Dengan pendidikan kader loyalis ini, PKB Jakarta Timur berharap mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyiapkan mesin politik sejak dini untuk menghadapi kontestasi Pemilu 2029. (AKH)



























