HarianTanahAir | Jakarta – Langit malam di kawasan Kota Tua Jakarta akan menjadi saksi babak baru perjalanan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di antara bangunan-bangunan kolonial yang telah berdiri selama ratusan tahun, PKB memilih Alun-Alun Fatahillah sebagai panggung pelantikan serentak pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Indonesia dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa, Rabu, 22 Juli 2026.
Agenda yang dimulai pukul 19.00 WIB itu menjadi salah satu rangkaian utama menjelang puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB. Ribuan pengurus dari berbagai daerah dijadwalkan mengikuti prosesi pelantikan untuk masa bakti 2026–2031, menandai dimulainya periode kepemimpinan baru di tingkat cabang maupun organisasi sayap perempuan partai.
Pemilihan Kota Tua bukan sekadar soal lokasi. Kawasan yang pernah menjadi pusat pemerintahan Batavia itu menyimpan lapisan sejarah panjang tentang lahir, tumbuh, dan berubahnya sebuah peradaban. Di ruang yang sama, PKB hendak mengirimkan pesan bahwa organisasi politik juga dituntut mampu beradaptasi dengan zaman, tanpa tercerabut dari akar sejarah dan nilai-nilai yang melahirkannya.
Pelantikan serentak ini menjadi momentum konsolidasi nasional setelah terbentuknya kepengurusan baru di berbagai daerah. Kehadiran pengurus DPC dari seluruh Indonesia menunjukkan upaya partai memperkuat koordinasi organisasi hingga tingkat akar rumput, sekaligus menyatukan langkah menghadapi agenda politik dan pembangunan lima tahun mendatang.
Di saat yang sama, pelantikan pengurus DPW Perempuan Bangsa menegaskan peran organisasi perempuan dalam memperluas partisipasi politik dan pemberdayaan masyarakat. Selama ini, Perempuan Bangsa menjadi salah satu instrumen kaderisasi PKB yang aktif menggarap isu-isu keluarga, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan.
Pelantikan di ruang terbuka bersejarah itu diperkirakan akan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan seremoni organisasi pada umumnya. Ketika malam menyelimuti halaman Museum Fatahillah, jejak-jejak masa lalu berpadu dengan wajah-wajah baru yang akan memimpin organisasi di berbagai daerah. Sebuah perjumpaan antara sejarah dan masa depan.
Rangkaian Harlah PKB sendiri tidak berhenti di Kota Tua. Sehari berselang, Kamis malam, 23 Juli 2026, partai akan menggelar puncak perayaan Harlah ke-28 secara nasional di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Agenda tersebut diproyeksikan menjadi ajang konsolidasi nasional sekaligus penegasan arah perjuangan PKB memasuki usia yang semakin matang.
Seluruh prosesi pelantikan di Kota Tua dapat disaksikan secara langsung melalui kanal resmi YouTube DPP PKB, sehingga kader dan masyarakat dari berbagai daerah tetap dapat mengikuti jalannya acara tanpa harus hadir di lokasi.
Memasuki usia ke-28, PKB tidak hanya memperingati perjalanan waktu. Partai ini juga menandai dimulainya regenerasi kepemimpinan organisasi. Di Kota Tua, tempat sejarah Jakarta terus hidup di antara batu-batu tua dan lorong-lorong masa lalu, sebuah estafet kepemimpinan kembali diserahkan—sebuah pengingat bahwa organisasi yang ingin bertahan bukan hanya membutuhkan akar yang kuat, tetapi juga keberanian menatap masa depan.



























